Ilustrasi bitcoin (BTC) yang trennya positif dan berpotensi bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali menguat pada Senin (21/4), didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Lonjakan ini tercermin dari total kapitalisasi pasar kripto yang bertambah USD 51 miliar hanya dalam 24 jam terakhir, kini mencapai USD 2,70 triliun atau sekitar Rp 44.280 triliun.
Salah satu yang paling mencolok adalah pergerakan Stacks (STX) yang naik 13 persen, menjadikannya altcoin dengan performa terbaik hari ini.
Kenaikan pasar secara keseluruhan dipicu oleh penurunan tajam indeks dolar (DXY) yang membuka ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk kembali naik.
Jika total kapitalisasi pasar mampu menembus resistensi di USD 2,74 triliun, maka bukan tidak mungkin pasar akan terus naik menuju USD 2,85 triliun, menguatkan tren bullish yang saat ini sedang berlangsung.
Harga Bitcoin hari ini berhasil kembali bertengger di atas level psikologis USD 85.000. Saat artikel ini ditulis, BTC diperdagangkan di USD 87.201 atau sekitar Rp 1,43 miliar.
Target jangka pendek berikutnya adalah USD 87.344, dan jika berhasil ditembus, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan ke level USD 89.800. Level ini menjadi kunci untuk membuka jalan menuju USD 90.000, yang diyakini banyak investor sebagai milestone penting dalam reli kali ini.
Namun, jika BTC gagal menembus USD 87.344 dan kembali melemah ke bawah USD 82.619, tren bullish bisa saja berbalik. Koreksi lebih dalam berpotensi membawa harga turun ke kisaran USD 80.000 bahkan USD 75.000.
Sementara itu, token Stacks (STX) mencatat kenaikan tajam hingga 13 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di USD 0,696 atau sekitar Rp 11.400.
STX kini sedang menguji resistensi penting di USD 0,729. Jika level ini berhasil ditembus, harga bisa melesat ke USD 0,874, yang merupakan titik tertinggi setelah enam pekan tertahan.
Namun, jika gagal melewati resistensi tersebut, STX berisiko turun ke USD 0,659. Penurunan ini dapat membatalkan pola kenaikan dan membuka peluang koreksi lebih lanjut.
Di sisi lain, data staking menunjukkan bahwa Solana untuk sementara menyalip Ethereum dalam total nilai kripto yang di-staking.
Total SOL yang di-stake mencapai USD 53,9 miliar, melampaui Ethereum yang memiliki sekitar 34,7 juta ETH dalam staking. Ini mencerminkan meningkatnya partisipasi pengguna dalam ekosistem Solana.
Tak kalah menarik, Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengusulkan perubahan radikal pada infrastruktur jaringan. Ia menyarankan agar Ethereum Virtual Machine (EVM) diganti dengan arsitektur RISC-V yang lebih terbuka dan efisien.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
