
Robert Kiyosaki. (AZcoinnews)
JawaPos.com – Penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali melontarkan pernyataan tajam soal kondisi ekonomi global.
Dalam unggahan terbarunya di platform X, Kamis (28/3), Kiyosaki menyatakan dunia saat ini sudah masuk ke fase resesi. Ia pun kembali mengingatkan pentingnya keluar dari sistem uang fiat dan beralih ke aset keras seperti Bitcoin, emas, dan perak.
“Apakah dunia sedang resesi? Saya jawab: Ya,” tulis Kiyosaki tegas. “Dan saya sudah mencoba memperingatkan publik sejak menulis Rich Dad’s Prophecy pada 2012,” tambahnya.
Menurut dia, meski kondisi memburuk, masih ada waktu bagi masyarakat untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. “Fakta yang ada: dunia resesi, inflasi naik, pengangguran naik. Pertanyaannya sekarang, apa yang akan kamu lakukan?” ungkapnya.
Kiyosaki menekankan bahwa resesi bisa menjadi momen yang memperkaya atau justru membuat miskin, tergantung pada pilihan masing-masing individu. Ia mendorong semua orang untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengambil kendali atas masa depan mereka.
“Jadikan resesi ini sebagai hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu. Kamu punya kuasa atas itu,” ujarnya.
Selama bertahun-tahun, Kiyosaki dikenal vokal mengkritik sistem keuangan konvensional dan penggunaan uang fiat, yang ia sebut sebagai “uang palsu.”
Ia menyarankan agar masyarakat berhenti menyimpan kekayaan dalam bentuk uang kertas pemerintah, dan mulai menabung dalam bentuk koin emas, koin perak, dan belakangan ini Bitcoin.
Ia menjelaskan bahwa mayoritas orang bekerja dan menabung dengan “uang palsu,” padahal nilainya terus tergerus inflasi.
“Saat harga emas, perak, dan bitcoin naik… daya beli mereka yang bekerja dan menabung dalam uang fiat justru semakin menurun… lewat pencurian oleh pemerintah yang disebut inflasi,” tulisnya.
Kepada 2,7 juta pengikutnya, Kiyosaki menyampaikan harapan agar mereka bisa melindungi kekayaan dan tidak terjebak dalam jebakan inflasi. “Saya ingin kamu makin kaya, bukan makin miskin. Tolong, mulailah bekerja dan menabung dalam bentuk emas, perak, dan bitcoin,” tegasnya.
Menariknya, Kiyosaki secara khusus menyebut perak sebagai investasi paling undervalued untuk jangka pendek.
“Perak dalam dua bulan ke depan adalah yang terbaik dari ketiganya… Saya percaya perak bisa mencapai USD 70 (Rp 1,14 juta) per ons tahun ini dan USD 200 (Rp 3,28 juta) dalam satu atau dua tahun ke depan,” katanya.
Sebagai figur yang dikenal karena pemikiran finansial anti-mainstream, Kiyosaki terus mengampanyekan kemandirian finansial melalui aset keras.
Ia mengajak publik untuk berhenti bergantung pada pemerintah atau sistem keuangan tradisional, dan mulai mendidik diri sendiri agar bisa mengendalikan masa depan keuangan secara mandiri.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
