
Ilustrasi bitcoin. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali membuktikan satu hal: kepanikan hanya membawa kerugian. Dalam enam minggu terakhir, investor yang terburu-buru menjual Bitcoin mengalami kerugian total sekitar USD 100 juta atau setara dengan Rp 1,6 triliun.
Dikutip dari Bitcoinist, banyak pemilik Bitcoin jangka pendek menjual aset mereka karena ketakutan, hanya untuk melihat harga BTC kembali naik sesaat kemudian.
Fenomena ini adalah pola klasik dalam dunia investasi: FOMO (fear of missing out) disusul dengan kepanikan yang mendorong keputusan emosional.
Sementara investor panik menjual, pemodal berpengalaman justru membeli di saat harga rendah, bersiap menghadapi gelombang kenaikan berikutnya.
Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa setiap kali Bitcoin mengalami penurunan signifikan, pemulihan harga selalu terjadi di kemudian hari.
Bahkan, Jack Mallers, CEO Strike, tetap optimistis bahwa nilai pasar Bitcoin akan melonjak hingga ratusan triliun dolar di masa depan.
Namun, masih banyak investor yang terjebak dalam siklus buruk: membeli saat harga tinggi dan menjual saat harga turun. Padahal, tren historis menunjukkan bahwa setiap koreksi adalah peluang emas untuk membeli lebih banyak BTC.
Di tengah situasi ini, investor cerdas tidak hanya menahan Bitcoin mereka, tetapi juga mencari cara untuk memaksimalkan keuntungan.
Salah satunya adalah melalui BTC Bull Token ($BTCBULL), sebuah aset baru yang memberikan airdrop gratis setiap kali harga Bitcoin mencapai level tertentu.
Berbeda dengan aset spekulatif lain yang hanya mengandalkan hype, BTCBULL dirancang untuk memberi insentif kepada investor jangka panjang.
Namun, ada satu syarat utama: airdrop hanya akan diberikan kepada pemegang BTCBULL yang menyimpan aset mereka di Best Wallet.
Dengan harga saat ini hanya USD 0,00241 atau sekitar Rp 39, token ini sedang dalam tahap presale dan telah mengumpulkan lebih dari USD 3,6 juta atau Rp 58 miliar dari investor yang percaya pada prospek jangka panjang Bitcoin.
Jika satu pelajaran bisa dipetik dari enam minggu terakhir, itu adalah: panic selling hanya menguntungkan investor yang lebih sabar.
Daripada menjadi bagian dari investor yang kehilangan USD 100 juta, lebih baik membuat strategi yang lebih matang. Bitcoin bukanlah aset yang akan hilang begitu saja, dan pemegang jangka panjang selalu mendapatkan keuntungan dari volatilitas pasar.
Seperti biasa, sebelum mengambil keputusan investasi, lakukan riset mendalam (DYOR – Do Your Own Research) agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
