Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 05.16 WIB

Bitcoin Cetak Pola Candlestick Langka yang Hanya Muncul Lima Kali, Sinyal Bullish atau Koreksi?

Ilustrasi Bitcoin.

JawaPos.com - Dilansir dari Coindesk, Bitcoin (BTC) mencetak pola candlestick langka dalam dua pekan terakhir. Pola itu dikenal sebagai hammer candles. Pola ini muncul ketika harga mengalami volatilitas tinggi dengan sumbu panjang, menandakan potensi pembalikan tren.

Dalam sejarah Bitcoin, pola ini hanya muncul lima kali, termasuk saat bull run 2017 dan puncak pasar 2021.

Pada pekan yang dimulai 24 Februari, BTC sempat turun ke USD 78.167 sebelum naik hingga USD 96.515, menunjukkan pergerakan 23%. Pekan berikutnya, BTC kembali mengalami volatilitas serupa dengan kisaran harga antara USD 81.444 dan USD 94.415, mencatatkan lonjakan 16%.

Menurut analis Checkmate, hammer candles dengan sumbu panjang hingga 90% dari total rentang harga bisa menjadi sinyal penting dalam tren pasar.

Namun, pola ini tidak selalu menunjukkan arah yang pasti, meskipun di beberapa kasus sebelumnya, seperti koreksi pada bull market 2017, pola ini mengindikasikan titik balik harga.

Bitcoin Bisa Jatuh Karena Pengaruh White House Crypto Summit?

Sementara itu, Cointelegraph melaporkan bahwa Bitcoin mengalami kenaikan ke USD 92.700 pada 6 Maret, namun gagal menembus resistensi di USD 94.500. Penolakan ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga BTC bisa kembali turun dalam beberapa hari ke depan.

Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga adalah White House Crypto Summit yang akan diselenggarakan pada 7 Maret.

Acara yang dipimpin Presiden AS Donald Trump ini akan menghadirkan tokoh industri kripto, termasuk CEO Ripple Brad Garlinghouse dan CEO Coinbase Brian Armstrong.

Meski ada optimisme terhadap kebijakan pro-kripto, banyak analis khawatir acara ini bisa menjadi "sell-the-news event," di mana investor menjual aset setelah hype berlalu.

Hal serupa terjadi saat Trump mengumumkan Strategic Crypto Reserve, yang awalnya mendorong harga BTC naik hingga USD 95.150 sebelum anjlok 15% dalam dua hari.

Level Kunci Bitcoin yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level penting untuk diperhatikan dalam pergerakan BTC saat ini:

  • Support utama: USD 87.200
  • 200-day SMA: USD 82.908
  • Zona support lebih rendah: USD 81.463 dan USD 78.200
  • Potensi penurunan lebih lanjut: USD 74.500 - USD 75.800, dengan kemungkinan mengisi gap harga di USD 70.000
  • Resistensi utama: USD 92.000 - USD 97.400
  • Target bullish: USD 100.000

Analis dari Glassnode menyoroti level USD 92.000 sebagai referensi penting dalam tren bullish sebelumnya. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang Bitcoin untuk kembali bullish meningkat. Sebaliknya, jika terjadi penurunan di bawah support kritis, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi lebih dalam.

Bitcoin saat ini berada dalam kondisi yang sangat volatil dengan pola candlestick langka yang bisa menjadi sinyal penting bagi investor.

Dengan adanya White House Crypto Summit yang berpotensi memicu aksi jual, pasar masih menunggu kepastian arah harga BTC dalam beberapa hari ke depan. Para trader disarankan untuk memperhatikan level support dan resistensi utama guna mengantisipasi pergerakan harga berikutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore