Ilustrasi harga Bitcoin (BTC) yang turun. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Gejolak besar melanda pasar kripto setelah harga Bitcoin anjlok ke bawah USD 6.800 atau sekitar Rp 113 juta pada awal pekan ini.
Tidak hanya BTC, Ethereum dan altcoin lain juga turut terpuruk, memicu likuidasi masif di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari Rp 28 triliun posisi terbuka terpaksa ditutup secara paksa.
Dikutip dari Bitcoinist, Selasa (23/9), data dari CoinGlass menunjukkan bahwa total likuidasi di pasar derivatif kripto mencapai USD 1,67 miliar atau Rp 27,8 triliun.
Dari jumlah itu, USD 1,59 miliar berasal dari posisi long yang gagal mempertahankan level support. Artinya, mayoritas investor yang memprediksi harga naik justru tersapu habis oleh penurunan tajam harga.
Bitcoin sendiri menyumbang USD 285 juta atau Rp 4,7 triliun dari total likuidasi tersebut, meski nilainya masih kalah dibanding Ethereum. Dengan penurunan harga Ethereum yang mencapai 7 persen, aset ini mencatatkan likuidasi terbanyak sebesar USD 496 juta atau setara Rp 8,2 triliun.
Sementara itu, Solana menjadi aset ketiga paling terdampak dengan nilai likuidasi sekitar USD 95 juta atau Rp 1,5 triliun, disusul XRP (USD 78 juta) dan Dogecoin (USD 61 juta). Dogecoin bahkan mengalami penurunan tajam hingga 10,5 persen dalam sehari.
"Likuidasi" merujuk pada proses otomatis ketika posisi trading yang menggunakan leverage (pinjaman) ditutup paksa karena kerugian melebihi batas toleransi. Dalam kondisi pasar bearish seperti ini, posisi long (bertaruh harga naik) adalah yang paling rentan. Dengan leverage tinggi, sedikit penurunan harga bisa membuat seluruh modal lenyap dalam hitungan detik.
Kondisi ini memperlihatkan risiko tinggi dalam perdagangan derivatif kripto, terutama ketika pasar sangat volatil dan investor menggunakan margin tinggi. Menurut Bitcoinist, meskipun likuidasi besar memang kerap terjadi di pasar kripto, angka sebesar ini tetap tergolong luar biasa bahkan untuk standar pasar kripto sendiri.
Di saat Bitcoin terperosok ke kisaran USD 6.800–6.900, Ethereum turun lebih dalam. Altcoin lain juga terseret lebih jauh karena spekulasi dan volume perdagangan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Ketika aksi jual mendominasi, pasar mengalami cascade effect, di mana penurunan harga memicu likuidasi, dan likuidasi mendorong harga jatuh lebih dalam.
Hingga kini, belum ada sinyal pembalikan arah pasar. Investor jangka pendek disarankan lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan leverage. Sementara bagi investor jangka panjang, situasi ini menjadi pengingat bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama dunia kripto.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
