Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 16.59 WIB

Lepas 2,2 Miliar Saham ke Publik lewat BEI, COIN Percaya Diri Bakal Makin Moncer Pasca IPO

PT Indokripto Koin Semesta Tbk resmi melantai di pasar modal, Rabu (9/7). (BEI for Jawapos) - Image

PT Indokripto Koin Semesta Tbk resmi melantai di pasar modal, Rabu (9/7). (BEI for Jawapos)

JawaPos.com - PT Indokripto Koin Semesta Tbk resmi melantai di pasar modal, Rabu (9/7). Emiten berkode COIN itu optimistis terhadap prospek pertumbuhan pendapatan perusahaan ke depan. Ditopang oleh kontribusi signifikan dari dua anak usaha, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).

Direktur Keuangan COIN Abraham Nawawi menuturkan, strategi pertumbuhan akan difokuskan pada pengembangan bisnis dan produk di level entitas anak. CFX sebagai bursa aset kripto diproyeksikan menjadi kontributor pendapatan terbesar tahun ini. Sementara ICC yang berperan sebagai kustodian aset kripto akan menyusul memberikan kontribusi yang meningkat secara bertahap.

"Pengembangan usaha dan produk-produk dilakukan di level entitas anak, dan itu yang akan membawa kenaikan pendapatan di tahun ini. Tahun 2025 ini juga kita optimis sekali bahwa CFX akan menjadi kontributor terbesar juga. Walaupun ICC juga menyusul, mulai perlahan tahun ini akan terus menambah kontribusi pendapatannya ke perseroan," kata Abraham di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Transaksi Spot dan Derivatif Jadi Sumber Pertumbuhan

Abraham menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang akan mendorong pendapatan COIN pada tahun ini. Pertama, pendapatan dari biaya transaksi aset kripto di pasar spot yang akan dicatat penuh selama 2025.

Pada 2024, pencatatan pendapatan baru dimulai pada Agustus karena adanya transisi dari Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) ke Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Pencatatan pendapatan ini di tahun 2025 akan dicatat secara full year. Jadi pastinya pendapatan dari transaksi spot akan lebih tinggi, signifikan di tahun ini (2025) secara full year," jelasnya.

Faktor kedua, pertumbuhan dari transaksi produk derivatif yang diluncurkan pada akhir 2024. Produk ini menjadi sarana untuk mengimbangi volatilitas aset kripto di pasar spot.

"Sejak diluncurkan sampai saat ini kira-kira proporsi transaksi derivatif sudah hampir seperempatnya dari transaksi spot per bulan. Jadi. kita lihat ruang untuk pertumbuhannya masih sangat besar, potensi growth kita masih sangat besar," tambah Abraham.

COIN Berbalik Untung, Pendapatan Melejit

Kinerja COIN mengalami lonjakan tajam pada 2024. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 101,28 miliar, naik drastis dari Rp 36 juta pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, COIN berhasil mencetak laba bersih Rp 42,9 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 1,07 triliun pada 2023.

Melalui IPO yang digelar Rabu (9/7), COIN melepas 2,20 miliar lembar saham ke publik dengan harga penawaran Rp 100 per saham. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 220 miliar, yang akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur teknologi, modal kerja, serta pengembangan produk dan layanan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore