Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 06.57 WIB

Indikator Siklus Bitcoin Beri Sinyal Bullish Pertama Sejak Februari, Target Rp 1,8 Miliar

Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) saat ini sedang menguji batas psikologis penting setelah reli tajam dalam sepekan terakhir. Setelah sempat menyentuh USD 104.300 atau sekitar Rp 1,75 miliar, BTC kini bergerak stabil di sekitar USD 103.000 atau Rp 1,73 miliar.

Fase ini diyakini sebagai masa akumulasi sebelum potensi reli lanjutan menuju rekor tertinggi USD 109.000 (Rp 1,83 miliar).

Namun yang paling menarik, sebuah indikator penting dari platform on-chain CryptoQuant mulai menunjukkan sinyal bullish untuk pertama kalinya sejak 24 Februari 2024.

Indikator Bull Bear Market Cycle, yang selama ini konsisten menunjukkan kondisi pasar bearish, kini perlahan mulai berbalik arah.

“Walau sinyal masih lemah di angka 0,029, ini adalah pembacaan positif pertama dalam beberapa minggu terakhir,” tulis laporan CryptoQuant, Sabtu (10/5).

Lebih lanjut, rata-rata pergerakan jangka pendek (30DMA) dari indikator ini juga mulai menanjak. Jika berhasil melampaui rata-rata jangka panjang (365DMA), sejarah menunjukkan potensi rally parabolis yang menyerupai awal siklus bull market sebelumnya.

Secara teknikal, grafik 4-jam BTC menunjukkan pola bullish flag yang terbentuk tepat di bawah zona suplai utama. Volume perdagangan yang menurun dalam fase konsolidasi ini dianggap sebagai karakteristik struktur bullish, pembeli hanya “menarik napas” sebelum reli berikutnya.

Harga Bitcoin saat ini berada dalam zona konsolidasi sempit antara USD 102.500–USD 103.900. Jika berhasil menembus resistance di atas USD 103.600, BTC diprediksi bisa langsung melesat menuju USD 109.000, menandai fase penemuan harga (price discovery) baru.

Namun, bila tekanan jual meningkat, koreksi ke level psikologis USD 100.000 (Rp 1,68 miliar) bisa terjadi sebagai bentuk penyesuaian sebelum potensi naik kembali.

Dari sisi struktur, tren jangka menengah dan panjang tetap positif. Indikator moving average 200 periode (SMA dan EMA) yang masing-masing berada di USD 89.946 dan USD 92.357, menunjukkan BTC berada jauh di atas level dukungan utamanya.

Dengan kondisi makroekonomi global yang mulai stabil dan altcoin juga ikut menguat, sinyal ini bisa menjadi pemicu awal siklus bullish baru bagi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Para investor kini menantikan apakah Bitcoin akan benar-benar menembus rekor dan membuka jalan ke zona di atas USD 109.000 dalam waktu dekat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore