
Ilustrasi prospek Bitcoin yang cerah karena terus bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan yang hati-hati pada Sabtu (10/5), diperdagangkan dalam kisaran sempit antara USD 102.526 hingga USD 103.938 atau sekitar Rp 1,72 miliar hingga Rp 1,74 miliar.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 34.558 triliun dan volume harian Rp 447 triliun, kripto terbesar ini tampak sedang berada dalam fase konsolidasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
Secara teknikal, Bitcoin masih dalam tren naik setelah menembus resistance kuat di level USD 100.000 (sekitar Rp 1,68 miliar).
Namun, sinyal dari grafik harian menunjukkan kemungkinan jeda atau distribusi awal, dengan candle berbody kecil dan volume perdagangan yang mulai menurun.
Zona strategis untuk masuk kembali berada di kisaran USD 97.000–USD 98.000 (sekitar Rp 1,63 miliar–Rp 1,65 miliar), sementara breakout meyakinkan di atas USD 105.000 bisa membuka jalan menuju rekor baru.
Di grafik 4-jam, pola higher highs dan higher lows tetap terlihat sehat, meski ada tanda-tanda pengambilan untung oleh trader.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level USD 103.000–USD 103.200, maka ada peluang untuk kembali menguji resistance terdekat di USD 104.332 (sekitar Rp 1,75 miliar).
Sebaliknya, bila harga jatuh di bawah USD 102.000, koreksi menuju USD 99.000 (sekitar Rp 1,66 miliar) bisa terjadi.
Pada grafik 1-jam, pergerakan harga menunjukkan pola sideways yang makin sempit, dengan volume rendah dan dominasi candle merah, mengindikasikan ketidakpastian pasar jangka pendek.
Zona scalping berada di antara USD 102.300 hingga USD 104.300, dan breakout di atas USD 104.400 dengan volume tinggi akan menjadi konfirmasi kelanjutan tren bullish.
Meski rata-rata pergerakan harga (moving average) dari periode pendek hingga panjang semuanya mengarah ke beli, indikator osilator seperti RSI (75), Stochastic (91), dan CCI (206) mulai memberi sinyal jenuh beli.
Sementara indikator MACD dan momentum masih mengindikasikan tren positif, perbedaan sinyal ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang menunggu kepastian arah berikutnya.
Verdict bullish tetap berlaku selama Bitcoin tidak jatuh di bawah support kunci dan volume penjualan tetap rendah. Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus ke bawah USD 102.000, pasar bisa berbalik menuju fase korektif jangka pendek.
Dengan kata lain, Bitcoin saat ini sedang berada di persimpangan, antara menguat ke atas USD 105.000 atau terkoreksi kembali ke bawah USD 99.000. Pelaku pasar pun diminta bersabar dan waspada terhadap sinyal breakout yang akan datang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
