Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatat reli tajam mendekati level psikologis USD 100.000 atau sekitar Rp 1,68 miliar (kurs Rp 16.800 per USD), setelah menembus zona konsolidasi panjang antara USD 74.000–84.000.
Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran USD 97.000 atau sekitar Rp 1,63 miliar, dengan volume transaksi harian mencapai USD 27,81 miliar dan kapitalisasi pasar menyentuh USD 1,92 triliun.
Kenaikan harga ini dipandang sebagai kelanjutan dari pola bullish breakout, diperkuat oleh lonjakan volume beli yang menunjukkan dukungan pasar yang solid.
Secara teknikal, grafik harian menunjukkan potensi formasi ascending triangle, dengan level support kuat di kisaran USD 88.000 (Rp 1,47 miliar) dan resistensi terdekat di USD 97.500 (Rp 1,64 miliar).
Jika harga mengalami koreksi singkat ke zona USD 90.000–92.000 (Rp 1,51 miliar), analis menyarankan itu bisa menjadi titik masuk berisiko rendah dengan target jangka menengah di kisaran Rp 1,68 miliar.
Pada grafik 4 jam, tren tetap naik dengan formasi higher highs dan higher lows. Zona USD 94.000–95.000 yang sebelumnya menjadi resistensi kini beralih fungsi sebagai support.
Pola cup and handle yang terbentuk sebelum lonjakan ke USD 97.470 memperkuat outlook bullish ini. Jika terjadi retest ke area USD 95.000 dengan volume rendah, hal itu dapat membuka peluang untuk entry posisi beli.
Sementara itu, grafik 1 jam menunjukkan adanya pemulihan tajam berbentuk huruf V dari titik rendah USD 92.946 (Rp 1,56 miliar), mengisyaratkan bear trap dan kekuatan beli yang kembali pulih.
Bitcoin kini berkonsolidasi dalam kisaran sempit antara USD 96.500 hingga 97.500. Penurunan volume dalam fase ini bisa menjadi sinyal breakout yang akan segera terjadi.
Strategi agresif dapat diterapkan dengan membeli saat harga menembus USD 97.500 disertai volume besar, dengan target antara USD 99.000–100.000 (Rp 1,66–1,68 miliar). Stop-loss disarankan dipasang di bawah USD 96.000 (Rp 1,61 miliar).
Dari sisi indikator teknikal, sinyal masih campuran. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, Commodity Channel Index (CCI), dan Average Directional Index (ADX) berada di zona netral. Namun, indikator MACD dan Awesome Oscillator sudah memberikan sinyal beli, sedangkan indikator momentum menyarankan kewaspadaan.
Yang menarik, seluruh moving average (MA), baik yang sederhana maupun eksponensial dari periode pendek hingga panjang—10, 20, 50, hingga 200—masih menunjukkan tren naik. Ini menjadi indikasi kuat bahwa struktur pasar jangka pendek maupun panjang masih sangat bullish.
Verdict Bullish:
Struktur teknikal Bitcoin masih sangat positif. Dengan sinyal beli dari semua MA utama, breakout harian yang kuat, serta dukungan volume yang konsisten, peluang BTC menembus Rp 1,68 miliar sangat terbuka—asal harga bisa melewati resistensi Rp 1,64 miliar dengan meyakinkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
