
Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin kembali tergelincir tajam akhir pekan ini. Pada Sabtu (29/3), aset kripto terbesar di dunia itu sempat menyentuh level terendah sesi di USD 81.629 atau sekitar Rp 1,33 miliar.
Berdasarkan data pukul 16.00 waktu AS atau Minggu pagi WIB, total kapitalisasi pasar kripto turun 2,14 persen dalam 24 jam terakhir, menjadi USD 2,66 triliun atau setara Rp 43.624 triliun.
Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kecemasan di kalangan investor. Seluruh aset kripto utama berdasarkan kapitalisasi pasar juga mencatat koreksi terhadap dolar AS.
Bitcoin turun 1,7 persen dalam 24 jam terakhir, Ethereum melemah 3,2 persen, dan XRP susut 2,5 persen. BNB terkoreksi 2,5 persen, Solana jatuh 3,6 persen, dan Dogecoin bahkan ambles hingga 6 persen.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 82.612 atau Rp 1,36 miliar, naik tipis dari titik terendah sebelumnya. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar USD 1,63 triliun (Rp 26.732 triliun) dengan volume perdagangan harian mencapai USD 17,92 miliar atau Rp 293,8 triliun.
Namun secara mingguan, nilai Bitcoin telah merosot 2,3 persen terhadap dolar AS. Tekanan ini menambah kekhawatiran bahwa pasar bisa menguji kembali level support penting di kisaran USD 75.000–USD 70.000, atau setara Rp 1,23 hingga Rp 1,15 miliar, jika sentimen negatif terus berlanjut.
Indeks Crypto Fear and Greed (CFGI) juga mencerminkan ketakutan investor. Skornya saat ini berada di angka 27 dari 100, menurun tajam dibanding hari sebelumnya yang masih berada di 33. Angka ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam zona “fear,” meskipun belum masuk kategori “extreme fear.”
Pasar derivatif kripto pun tak luput dari dampak. Dalam 24 jam terakhir, total posisi senilai USD 347,26 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun terlikuidasi. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa 139.263 trader terdampak, termasuk USD 78,78 juta (Rp 1,29 triliun) dari posisi long Bitcoin dan USD 72,37 juta (Rp 1,18 triliun) dari posisi long Ethereum.
Aktivitas pasar secara keseluruhan juga melambat. Dana investasi berbasis kripto seperti exchange-traded funds (ETF) mengalami tekanan. Khusus ETF berbasis Bitcoin, pada Jumat (28/3) tercatat arus keluar (outflow), menghentikan tren positif selama sepuluh hari berturut-turut sebelumnya.
Dikutip dari bitcoin.com, Minggu (30/3), gejolak yang terjadi menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap aset digital saat ini tengah teruji. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mencermati pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
