Ilustrasi Bitcoin.
JawaPos.com - Dilansir dari Coindesk, Bitcoin (BTC) mencetak pola candlestick langka dalam dua pekan terakhir. Pola itu dikenal sebagai hammer candles. Pola ini muncul ketika harga mengalami volatilitas tinggi dengan sumbu panjang, menandakan potensi pembalikan tren.
Dalam sejarah Bitcoin, pola ini hanya muncul lima kali, termasuk saat bull run 2017 dan puncak pasar 2021.
Pada pekan yang dimulai 24 Februari, BTC sempat turun ke USD 78.167 sebelum naik hingga USD 96.515, menunjukkan pergerakan 23%. Pekan berikutnya, BTC kembali mengalami volatilitas serupa dengan kisaran harga antara USD 81.444 dan USD 94.415, mencatatkan lonjakan 16%.
Menurut analis Checkmate, hammer candles dengan sumbu panjang hingga 90% dari total rentang harga bisa menjadi sinyal penting dalam tren pasar.
Namun, pola ini tidak selalu menunjukkan arah yang pasti, meskipun di beberapa kasus sebelumnya, seperti koreksi pada bull market 2017, pola ini mengindikasikan titik balik harga.
Sementara itu, Cointelegraph melaporkan bahwa Bitcoin mengalami kenaikan ke USD 92.700 pada 6 Maret, namun gagal menembus resistensi di USD 94.500. Penolakan ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga BTC bisa kembali turun dalam beberapa hari ke depan.
Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga adalah White House Crypto Summit yang akan diselenggarakan pada 7 Maret.
Acara yang dipimpin Presiden AS Donald Trump ini akan menghadirkan tokoh industri kripto, termasuk CEO Ripple Brad Garlinghouse dan CEO Coinbase Brian Armstrong.
Meski ada optimisme terhadap kebijakan pro-kripto, banyak analis khawatir acara ini bisa menjadi "sell-the-news event," di mana investor menjual aset setelah hype berlalu.
Hal serupa terjadi saat Trump mengumumkan Strategic Crypto Reserve, yang awalnya mendorong harga BTC naik hingga USD 95.150 sebelum anjlok 15% dalam dua hari.
Secara teknikal, beberapa level penting untuk diperhatikan dalam pergerakan BTC saat ini:
Analis dari Glassnode menyoroti level USD 92.000 sebagai referensi penting dalam tren bullish sebelumnya. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang Bitcoin untuk kembali bullish meningkat. Sebaliknya, jika terjadi penurunan di bawah support kritis, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi lebih dalam.
Bitcoin saat ini berada dalam kondisi yang sangat volatil dengan pola candlestick langka yang bisa menjadi sinyal penting bagi investor.
Dengan adanya White House Crypto Summit yang berpotensi memicu aksi jual, pasar masih menunggu kepastian arah harga BTC dalam beberapa hari ke depan. Para trader disarankan untuk memperhatikan level support dan resistensi utama guna mengantisipasi pergerakan harga berikutnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
