JawaPos Radar

Miris, Hanya 10 Persen Pasien Stroke yang Langsung Dibawa ke RS

23/09/2018, 12:50 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
penyakit stroke, penangan penyakit stroke,
Ilustrasi. beberapa orang yang terkena stroke tidak langsung dibawa ke rumah sakit. (Medical News Today)
Share this image

JawaPos.com - Penanganan pasien stroke harus berpacu dengan waktu. Golden period atau waktu emasnya adalah hanya 4,5 jam setelah serangan. Sayangnya, banyak pasien terkena stroke mengalami kecacatan dan meninggal dunia karena terlambat dibawa ke rumah sakit.

Pasien stroke bisa pulih dan tingkat kesembuhannya bisa maksimal jika penagananannya juga cepat. Sayangnya, keluarga tidak memahami gejala stroke dan terlambat membawa pasien ke rumah sakit.

"Kalau sembuh total tergantung jangka waktunya, apakah langsung dibawa ke RS atau tidak. Data di saya, pasien stroke yang waktunya datang saat golden period hanya 10 persen," kata Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam paparan diskusi hasil penelitian XANAP seputar pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.

Data dr. Kurniawan, ada 90 persen pasien stroke dibawa terlambat. Rata-rata ada yang sudah 1 hari sampai 5 hari setelah serangan baru dibawa ke rumah sakit.

"Datang dulu ke orang pintar baru datang ke rumah sakit. Jadi terlambat," tegas dr. Kurniawan.

Stroke sering disebut sebagai pembunuh tiba-tiba atau silent killer. Karena tiba-tiba, maka serangannya datang tanpa permisi dan gejala yang tak disadari. Seseorang semula sehat bugar ketika terserang stroke bisa lumpuh seketika bahkan hingga tak sadarkan diri.

Ada akronim yang mendorong seseorang mengenali gejala stroke. Namanya FAST. Adalah Face, Arms, Speech, dan Time. Saat keluarga terserang stroke, lihatlah wajahnya simetris atau tidak, kemudian lengan dan tungkainya yang tiba-tiba lumpuh, kemudian cara bicaranya yang pelo, dan waktu yang harus segera cepat dilarikan ke rumah sakit.

"Ada mitos menyebutkan katanya kalau ada pasien stroke ditusuk-tusuk jarum. Itu totally wrong. Justru ditusuk-tusuk nanti tensi darah makin tinggi malah pembuluh darah pecah. Bisa infeksi juga kalau jarumnya enggak steril. Maka yang benar langsung dibawa ke rumah sakit," tegasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up