Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Agustus 2018 | 16.05 WIB

Ketahui Menu Sarapan Sehat Agar Anak Berprestasi di Sekolah

Menu sarapan sehat sehat harus memenuhi gizi seimbang. - Image

Menu sarapan sehat sehat harus memenuhi gizi seimbang.

JawaPos.com - Tak hanya mengenyangkan, bunda di rumah juga perlu memikirkan menu sarapan sehat untuk sang anak. Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. dr. Hardinsyah, MS, menjelaskan, tubuh membutuhkan gizi yang tepat untuk mengembalikan energi setelah tubuh berpuasa selama 8 jam ketika tidur malam.


Sehingga dibutuhkan asupan yang tepat dengan menu sarapan sehat nan bergizi. “Menu sarapan sehat bergizi adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air," jelasnya dalam kampanye Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi bersama Energen, Selasa (31/7).


Riset yang telah dilakukan oleh Pergizi Pangan Indonesia menyebut konsumsi sarapan sehat dengan gizi seimbang berperan besar bagi anak-anak sekolah. Di samping itu, menu sarapan sehat harus mampu memenuhi kebutuhan gizi harian.


“Sarapan bergizi terbukti mampu mengembalikan energi tubuh dan terbukti membantu meningkatkan konsentrasi pada saat belajar hingga membantu meningkatkan prestasi akademis, menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat, sekaligus mencegah anak dari konsumsi jajanan yang tidak sehat”, jelas Prof. Hardinsyah.


Tak masalah apapun karbohidratnya. Anak-anak bisa mendapatkannya, baik itu nasi putih ataupun nasi merah. Kemudian dari roti atau mi.


"Intinya karbo bisa diperoleh dari mana saja. Berbagai daerah tertentu suka nasi merah, nasi putih, tapi dalam konteks anak sekolah, tanya anak sukanya yang mana," jelasnya.


Maka bicara porsi, kata Prof. Hardinsyah, Kementerian Kesehatan sudah menganjurkan pedoman Piring Makanku dan kembali digaungkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Isi Piringku. Maka, untuk menu sarapan sehat, dalam satu piring harus terdapat separuh komponen vitamin mineral yaitu sayur. Kemudian 20 persen lauk pauk san 30 persen makanan pokok karbohidrat.


"Tahu dan tempe dua potong kecil sama dengan 1 butir telur. Ketika dijadikan dalam bentuk nasi, 1 piring dibagi-bagi. Antar orang berbeda, semakin besar orang maka piringnya semakin besar," katanya.


Maka jika kebutuhan kalori seseorang adalah 1500 kkal, porsi kalori saat sarapan adalah sepertiganya. Sehingga dia menekankan pentingnya sarapan bagi tubuh, bisa menopang energi dalam menjalankan aktivitas.


Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore