Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Maret 2021 | 21.25 WIB

Pasien Covid-19 yang Parah Bisa Mengalami Gangguan Ginjal Akut

Batu ginjal adalah keluhan yang paling banyak ditemukan, yang umumnya diderita oleh pasien pada usia sekitar 60 sampai 70 tahun sekitar 30 sampai 40 persen setiap bulan - Image

Batu ginjal adalah keluhan yang paling banyak ditemukan, yang umumnya diderita oleh pasien pada usia sekitar 60 sampai 70 tahun sekitar 30 sampai 40 persen setiap bulan

JawaPos.com - Salah satu komplikasi serius yang paling banyak dialami pasien Covid-19 dengan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), ketika seseorang tidak mendapatkan cukup oksigen. Namun, para peneliti menemukan bukti bahwa Covid-19 dapat menyebabkan sejumlah gejala dan komplikasi berbeda. Tak hanya ARDS. Salah satunya adalah AKI, yang juga dikenal sebagai gagal ginjal akut.

Dilansir dari Medical News Today, Minggu (28/3), ketika SARS-CoV-2 menginfeksi sel, langkah pertama adalah virus menempel pada reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE-2). Reseptor ini duduk di membran sel yang melapisi ginjal, paru-paru, saluran pencernaan, jantung, dan arteri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 mungkin lebih cenderung menyerang ginjal daripada bagian tubuh lainnya karena ekspresi ACE-2 sangat tinggi. Tubulus proksimal pada ginjal juga bisa terdampak, yakni segmen utama ginjal yang bertanggung jawab atas sebagian besar reabsorpsi air dan nutrisi dari darah.

Baca Juga: Jika Rasakan 5 Gejala Ini Selama Seminggu Berpotensi Kena Long Covid

Setelah SARS-CoV-2 memasuki sel ginjal, maka mulai bereplikasi menggunakan mesin sel. Sel sering mengalami kerusakan.

Sistem kekebalan juga memicu respons peradangan setelah mengenali partikel virus yang menyerang. Respon ini secara tidak sengaja dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan sehat. AKI terjadi ketika kerusakan ginjal cukup parah sehingga organ tidak dapat lagi menyaring darah dengan baik. Kerusakan ini menyebabkan produk limbah menumpuk di dalam darah, sehingga mempersulit ginjal untuk bekerja dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Beberapa orang dengan AKI mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Namun, orang lain mungkin mengalami gejala seperti berkurangnya pengeluaran urin, kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, dan bengkak di sekitar mata dan di pergelangan kaki dan kaki.Pada kasus yang parah atau tidak diobati, AKI dapat menyebabkan kegagalan organ, yang dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan kematian.

Peneliti perlu mengumpulkan lebih banyak data pasien untuk membangun pemahaman mereka tentang hubungan antara kerusakan ginjal dan Covid-19. Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa AKI terjadi lebih sering selama pandemi saat ini daripada selama epidemi SARS pada 2003.

Studi yang diterbitkan pada Februari 2021 melaporkan tingkat yang bervariasi. Menurut beberapa penelitian, 4–37 persen kasus Covid-19 menyebabkan ganguan ginjal, dan AKI menyebabkan insiden 50 persen pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Sebuah makalah ulasan baru-baru ini bertentangan dengan temuan ini, mencatat bahwa sekitar 10 persen orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 mengalami AKI. Namun, beberapa penelitian lain melaporkan angka yang jauh lebih tinggi. Dalam sebuah penelitian dari September 2020, 81 persen pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) untuk Covid-19 mengalami AKI.

Sebagai perbandingan, selama epidemi SARS 2003, penelitian menunjukkan bahwa diperkirakan 6,7 persen orang dengan diagnosis SARS mengalami AKI. Selain itu, dokter mendiagnosis AKI sebagai komplikasi pada 91,7 persen kasus fatal.

Beberapa faktor bisa menjadi pemicu. Misalnya, usia. Dalam analisis subkelompok baru-baru ini yang melibatkan orang dengan Covid-19, AKI memengaruhi sekitar 12 persen orang di subkelompok dengan usia rata-rata di atas 60 tahun. Sebaliknya, hanya terjadi sekitar 6 persen orang dalam subkelompok dengan usia rata-rata di bawah 60 tahun. Orang dengan penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya atau penyakit kronis lainnya, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan obesitas, juga lebih mungkin mengalami Covid-19 dan mengalami gejala yang parah.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=rW0gsjubesY

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore