Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2020 | 04.59 WIB

Waspadai Stunting dengan Ukur Tinggi Badan Anak Secara Teratur

ILUSTRASI. Para pakar dan narasumber dalam Webinar Growthpedia oleh Abbott Indonesia. (zoom) - Image

ILUSTRASI. Para pakar dan narasumber dalam Webinar Growthpedia oleh Abbott Indonesia. (zoom)

JawaPos.com - Stunting, salah satu bentuk malnutrisi yang memberikan ciri khas anak bertubuh kerdil. Untuk mengintervensi kondisi ini, maka orang tua harus menggenjot pola makan, pola asuh, dan sanitasi.

Kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini adalah melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Abbott kepada 1.221 orangtua di Indonesia mengungkapkan bahwa 56 persen responden tidak mengukur dan memantau tinggi badan anak mereka secara teratur. Dan sepertiga orang tua tidak mengukur tinggi anak secara teratur karena faktor ketidaktersediaan instrumen pengukuran yang sesuai.

“Kurangnya pemahaman orang tua tentang bagaimana melakukan pengukuran tinggi badan anak,
merupakan indikator untuk mengetahui apakah seorang anak tumbuh dengan tinggi dan berat yang tepat, serta apakah anak mendapatkan nutrisi yang cukup,” kata Head of Abbott Nutrition International (ANI) Angelico Escobar, dalam webinar Growthpedia oleh , Kamis (27/8).

Survei menyebutkan 27,67 persen atau sekitar 1 dari 4 anak di bawah usia lima tahun tidak tumbuh ideal. Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. Jika tidak ditangani, anak berisiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal, serta membawa efek jangka panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan di dunia kerja di masa depan.

Dokter Spesialis Anak bidang Nutrisi dan Metabolik di RS Pantai Indah Kapuk Dr.dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), mengatakan, stunting bisa dimulai dari dalam kandungan. Ketika ibu melahirkan bayi dengan ukuran berat badan bayi lahir rendah, berisiko saat tumbuh kembangnya menjadi anak yang pendek atau kecil.

"Karena itu remaja sebagai calon ibu harus mulai diedukasi untuk mencegah stunting di masa depan," kata dr. Conny.

Menurutnya, tanpa nutrisi yang tepat dan adekuat, pertumbuhan yang kurang baik atau bahkan terhambat dapat terjadi, yang menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak. Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal.

"Pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain gen, lingkungan, olahraga, sinar matahari, hormon dan nutrisi," kata dr. Conny.

Pentingnya Gizi dalam Tumbuh Kembang

Kekurangan gizi memiliki efek jangka panjang pada individu dan masyarakat termasuk perkembangan kognitif yang buruk, pendapatan yang lebih sedikit, penyakit yang berulang, dan harga diri yang buruk di masa depan. Sebagian besar konsekuensi tersebut tidak dapat diubah jika tidak diperbaiki pada tahun-tahun awal kehidupan. Selain itu, apabila pertumbuhannya terhambat pada masa anak-anak, maka seorang anak tetap lebih pendek dari teman-temannya dan tidak mungkin untuk dapat mengejar ketinggalan sepenuhnya.

“Pertumbuhan yang lambat bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berdampak pada pembelajaran dan perkembangan di masa anak-anak,” jelas Direktur Urusan Medis Abbott untuk Asia Pasifik.
Dr. Jose Dimaano,

“Itulah mengapa penting untuk menyadari bahwa nutrisi memainkan peran yang lebih besar dalam menentukan pertumbuhan anak dalam lima tahun pertama masa pertumbuhan. Berbeda dengan persepsi umum, kontribusi genetika pada pertumbuhan tinggi badan sejak bayi hingga anak usia dini relatif kecil, sebaliknya nutrisi bersama dengan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olah raga adalah kuncinya," tutup dr. Jose.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vlmhiZkKN1M

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore