Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 03.17 WIB

Penanganan Penyakit Onkologi Modern Bukan Lagi Soal Keahlian Individu, tapi Kolaborasi Multidisiplin Ilmu

Teknologi LINAC (Linear Accelerator) yang telah dilengkapi oleh Siloam Hospitals Agora untuk penanganan Onkologi bagi masyarakat khususnya warga di Jakarta. (Istimewa). - Image

Teknologi LINAC (Linear Accelerator) yang telah dilengkapi oleh Siloam Hospitals Agora untuk penanganan Onkologi bagi masyarakat khususnya warga di Jakarta. (Istimewa).

JawaPos.com - Penanganan penyakit onkologi modern kini tidak lagi bergantung pada keahlian satu dokter atau satu disiplin ilmu. Hasil pengobatan kanker terbaik justru dicapai melalui kolaborasi multidisiplin yang melibatkan berbagai spesialis untuk menyusun terapi yang lebih tepat, personal, dan berbasis bukti ilmiah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Suyanto, Sp.PD, MRCP Oncology (UK), mengatakan praktik onkologi modern telah bergeser dari pendekatan individual menuju kolaborasi lintas disiplin.

"Onkologi modern tidak lagi ditentukan oleh keahlian individu semata. Hasil pengobatan terbaik dicapai melalui kolaborasi multidisiplin, inovasi berbasis sains, dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan," ujarnya, Selasa (28/7).

Selama tiga dekade, dr. Suyanto menyatakan bahwa Siloam Hospitals Lippo Village terus mengembangkan layanan onkologi untuk menjawab kompleksitas penanganan kanker yang semakin berkembang. Salah satu fondasi utama pendekatan tersebut adalah penerapan Multidisciplinary Team (MDT), yakni forum yang melibatkan dokter spesialis onkologi medik, onkologi bedah, onkologi radiasi, radiologi, patologi, kedokteran nuklir, hingga berbagai disiplin terkait lainnya untuk mengevaluasi setiap kasus pasien secara bersama.

Melalui diskusi berbasis bukti ilmiah dan perencanaan terapi yang disusun secara kolektif, MDT memungkinkan penyusunan strategi pengobatan yang dipersonalisasi sesuai kondisi klinis, karakteristik penyakit, serta tujuan terapi masing-masing pasien.

Selain pendekatan kolaboratif tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village juga menghadirkan layanan Second Opinion untuk memberikan kejelasan sekaligus meningkatkan keyakinan pasien dalam menentukan langkah pengobatan. Layanan ini mencakup peninjauan diagnosis, stadium penyakit, hasil patologi, pemeriksaan pencitraan, hingga berbagai pilihan terapi sehingga pasien memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sebelum memulai maupun mengubah rencana pengobatan.

Senada dengan dr. Suyanto, dr. Michael Flynn, MD, PhD, Konsultan Onkologi Medik sekaligus Associate Professor dari University College London Hospital menyebut bahwa kemajuan teknologi pengobatan onkologi hanya dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pasien apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antar berbagai disiplin ilmu.

"Ketika para spesialis bekerja bersama, didukung oleh diagnosis yang akurat dan pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah, kita dapat menghadirkan terapi yang lebih tepat, lebih personal, dan memberikan hasil yang lebih baik," tandasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore