
Teknologi LINAC (Linear Accelerator) yang telah dilengkapi oleh Siloam Hospitals Agora untuk penanganan Onkologi bagi masyarakat khususnya warga di Jakarta. (Istimewa).
JawaPos.com - Penanganan penyakit onkologi modern kini tidak lagi bergantung pada keahlian satu dokter atau satu disiplin ilmu. Hasil pengobatan kanker terbaik justru dicapai melalui kolaborasi multidisiplin yang melibatkan berbagai spesialis untuk menyusun terapi yang lebih tepat, personal, dan berbasis bukti ilmiah.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Suyanto, Sp.PD, MRCP Oncology (UK), mengatakan praktik onkologi modern telah bergeser dari pendekatan individual menuju kolaborasi lintas disiplin.
"Onkologi modern tidak lagi ditentukan oleh keahlian individu semata. Hasil pengobatan terbaik dicapai melalui kolaborasi multidisiplin, inovasi berbasis sains, dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan," ujarnya, Selasa (28/7).
Selama tiga dekade, dr. Suyanto menyatakan bahwa Siloam Hospitals Lippo Village terus mengembangkan layanan onkologi untuk menjawab kompleksitas penanganan kanker yang semakin berkembang. Salah satu fondasi utama pendekatan tersebut adalah penerapan Multidisciplinary Team (MDT), yakni forum yang melibatkan dokter spesialis onkologi medik, onkologi bedah, onkologi radiasi, radiologi, patologi, kedokteran nuklir, hingga berbagai disiplin terkait lainnya untuk mengevaluasi setiap kasus pasien secara bersama.
Melalui diskusi berbasis bukti ilmiah dan perencanaan terapi yang disusun secara kolektif, MDT memungkinkan penyusunan strategi pengobatan yang dipersonalisasi sesuai kondisi klinis, karakteristik penyakit, serta tujuan terapi masing-masing pasien.
Selain pendekatan kolaboratif tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village juga menghadirkan layanan Second Opinion untuk memberikan kejelasan sekaligus meningkatkan keyakinan pasien dalam menentukan langkah pengobatan. Layanan ini mencakup peninjauan diagnosis, stadium penyakit, hasil patologi, pemeriksaan pencitraan, hingga berbagai pilihan terapi sehingga pasien memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sebelum memulai maupun mengubah rencana pengobatan.
Senada dengan dr. Suyanto, dr. Michael Flynn, MD, PhD, Konsultan Onkologi Medik sekaligus Associate Professor dari University College London Hospital menyebut bahwa kemajuan teknologi pengobatan onkologi hanya dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pasien apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antar berbagai disiplin ilmu.
Baca Juga:3 Zodiak Paling Optimistis Hari Ini 28 Juli 2026: Menuju Babak Kehidupan Baru Setelah Lama Bertahan
"Ketika para spesialis bekerja bersama, didukung oleh diagnosis yang akurat dan pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah, kita dapat menghadirkan terapi yang lebih tepat, lebih personal, dan memberikan hasil yang lebih baik," tandasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
