
Ilustrasi perawatan diri. (Freepik)
JawaPos.com - Perawatan kesehatan mandiri atau self-care yang diintegrasikan secara efektif ke dalam sistem kesehatan formal berpotensi memberikan manfaat ekonomi hingga sekitar US$ 179 miliar per tahun. Temuan tersebut diungkap dalam riset terbaru Economist Enterprise berjudul Making self-care work: integrating self-care into health systems yang didukung Bayer.
Riset tersebut menyebut bahwa penerapan self-care tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga membantu mengurangi beban sistem kesehatan yang saat ini menghadapi tantangan akibat bertambahnya populasi lanjut usia, meningkatnya penyakit kronis, kekurangan tenaga medis, serta ketimpangan akses layanan. Dengan demikian, self-care dinilai dapat mendukung pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC).
Dr. Manjulaa Narasimhan, Scientist, The Department of Sexual, Reproductive, Maternal, Child, Adolescent Health and Ageing, World Health Organization (WHO), mengatakan bahwa self-care merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan.
“Dengan adanya bukti klinis, kebijakan yang mendukung, serta tenaga kesehatan dan perawatan yang terlatih, perawatan diri dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang,” ujarnya, Minggu (26/7).
Menurut riset Economist Enterprise, WHO mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk mengelola kesehatan serta kesejahteraannya. Praktik ini mencakup perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit, pemanfaatan perangkat digital, pemantauan kesehatan secara mandiri, hingga penggunaan obat bebas (over-the-counter).
Namun, luasnya cakupan self-care juga menghadirkan tantangan dalam aspek tata kelola, pengukuran, dan konsistensi penerapannya di berbagai sistem kesehatan.
Riset itu juga menegaskan bahwa self-care tidak dimaksudkan untuk menggantikan layanan kesehatan formal, melainkan menjadi bagian yang saling melengkapi. Dengan dukungan informasi yang tepercaya, akses yang terjangkau, dan jalur rujukan yang jelas, self-care dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat upaya pencegahan dan intervensi dini, meningkatkan kemandirian pasien, serta mengurangi tekanan terhadap fasilitas kesehatan.
Julio Triana, Member of the Bayer Board of Management and President Consumer Health, mengatakan solusi self-care seperti perangkat digital, obat bebas yang aman, suplemen nutrisi, dan informasi edukatif menjadi fondasi penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di berbagai negara.
“Kami ingin memberdayakan masyarakat agar memiliki kemampuan dan mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan mereka sendiri, mengambil kendali penuh atas kesejahteraan mereka, serta berperan aktif dalam upaya pengobatan dan pencegahan," ucapnya.
"Self-care yang kredibel dapat membantu memperluas akses dan memperkuat sistem kesehatan, tetapi ini harus didukung oleh informasi berbasis bukti, standar yang ketat, serta jalur rujukan yang jelas menuju perawatan profesional,” sambung Julio.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
