Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 02.32 WIB

Apakah Penggunaan Obat Nyamuk Aman untuk Anak? Begini Kata Dokter

Obat nyamuk bakar mengandung beberapa zat berbahaya yang jika terhirup membahayakan kesehatan. (Istimewa) - Image

Obat nyamuk bakar mengandung beberapa zat berbahaya yang jika terhirup membahayakan kesehatan. (Istimewa)

JawaPos.com – Penggunaan obat nyamuk di rumah untuk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk ternyata perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama jika ada bayi dan anak-anak. Hal itu termasuk obat nyamuk elektrik, semprot, maupun bakar.

Dokter Anak Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), mengingatkan bahwa paparan obat nyamuk secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan saluran pernapasan anak bahkan orang dewasa.

Terkait penggunaan obat nyamuk semprot, Prof. Hartono menyarankan sebaiknya tidak dilakukan saat penghuni masih berada di dalam ruangan. Setelah penyemprotan, ruangan perlu dikosongkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.

“Kalau kita semprot, itu kan ada residu di udara. Kita tidak boleh masuk terlebih dahulu. Kalau tidak, kita yang menghirup obat nyamuk tersebut. Itu berbahaya kalau secara terus-menerus, apalagi untuk bayi,” katanya kepada wartawan, Jumat (19/6).

Ia menjelaskan, penghuni rumah sebaiknya menunggu beberapa jam setelah penyemprotan sebelum kembali masuk ke ruangan. Namun, cara ini juga tidak sepenuhnya efektif karena masih ada nyamuk yang dapat bersembunyi di berbagai sudut rumah.

“Tidak semua mati kan? Kalau kita semprot ada yang sembunyi di belakang-belakang, lipatan-lipatan gantungan baju dan lain-lain yang tidak terkena,” paparnya

Selain itu, Prof. Hartono juga mengingatkan bahwa obat nyamuk elektrik bukan berarti lebih aman. Menurutnya, zat yang dihasilkan alat tersebut tetap berada di dalam ruangan dalam waktu lama dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

“Kalau obat nyamuk elektrik, itu akan berada di dalam ruangan sepanjang hari. Itu yang akan merangsang saluran napas kita. Untuk anak yang alergi, tentu akan merangsang,” tuturnya.

Sementara itu, penggunaan obat nyamuk bakar dinilai memiliki risiko yang lebih besar karena menghasilkan asap yang dapat terhirup oleh penghuni rumah.

“Kalau bakar, apalagi,” kata Hartono sambil tertawa.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore