Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 16.58 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tak Bergejala, Dokter Ingatkan Bahaya Serangan Jantung dan Stroke

Salah satu cara menurunkan kolesterol tinggi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. (rawpixel.com/Freepik) - Image

Salah satu cara menurunkan kolesterol tinggi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. (rawpixel.com/Freepik)

JawaPos.com - Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama yang kerap luput dari perhatian masyarakat adalah tingginya kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

Pada dasarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi hormon, serta membantu pembentukan vitamin D. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan, khususnya LDL, dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Masalahnya, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah mengalami komplikasi serius. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin perlu terus ditingkatkan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), menegaskan bahwa kolesterol memang memiliki fungsi penting bagi tubuh, tetapi kadar yang berlebihan dapat menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke. Ia juga mengingatkan bahwa kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan tanda-tanda khusus sehingga kerap terlambat terdeteksi.

Menurut dr. Nancy, pengendalian kadar LDL secara optimal dapat membantu menekan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular di masa mendatang. Dia menyarankan bahwa pemeriksaan kolesterol dianjurkan mulai usia 20 tahun meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida, serta dilakukan berkala sesuai faktor risiko.

“Selain itu, lakukan pola makan sehat untuk jantung, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol maupun rokok. Pada beberapa kondisi, terapi obat seperti statin dan terapi non-statin diperlukan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular,” kata Nancy dalam edukasi kesehatan Love The Beat kolaborasi PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan Mitra Keluarga Kemayoran di Jakarta, Sabtu (13/6).

Pandangan serupa disampaikan Product Manager Optima Degenerative PT Kalbe Farma Tbk, Sona Karisnata Inriano. Ia menilai pengelolaan kolesterol memerlukan komitmen jangka panjang dari pasien.

Selain menerapkan gaya hidup sehat, pasien juga harus disiplin menjalani kontrol kesehatan, memahami penggunaan obat yang diresepkan, serta tidak menghentikan terapi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun apoteker.

Menurut Sona, kepatuhan terhadap terapi dan pemilihan pengobatan yang tepat berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi. Untuk mendukung upaya tersebut, Kalbe menghadirkan berbagai solusi, mulai dari edukasi kesehatan, dukungan pemeriksaan, hingga penyediaan terapi kardiovaskular yang sesuai kebutuhan pasien.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore