Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 02.48 WIB

Awas Silent Killer! Ini 8 Bahaya Kolesterol Tinggi pada Lansia yang Jarang Disadari

Ilustrasi jantung berdetak cepat (Freepik) - Image

Ilustrasi jantung berdetak cepat (Freepik)

Jawapos.com - Penumpukan plak lemak akibat tingginya kadar kolesterol di dalam darah berpotensi menurunkan kualitas hidup dan kemandirian fisik lansia secara drastis.

Penanganan yang terlambat sering kali berujung pada kondisi kedaruratan medis yang membutuhkan biaya perawatan intensif yang sangat besar.

Melansir rilis kesehatan ilmiah dari Geriatri.id dan Alodokter berikut adalah delapan bahaya fatal kolesterol tinggi pada lansia yang harus segera diantisipasi:

 Partikel LDL yang teroksidasi merembes ke dalam dinding arteri dan membentuk plak fibrotik yang kaku. Proses aterosklerosis ini mempersempit lumen pembuluh darah, mengganggu kelancaran distribusi darah, dan meningkatkan resistensi vaskular.

Ketika plak kolesterol menyumbat pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai oksigen ke miokardium, otot jantung akan mengalami hipoksia. Kondisi iskemia kronis ini memicu sindrom koroner akut atau serangan jantung yang mematikan.

Embolus atau serpihan plak kolesterol yang terlepas dapat terbawa aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kapiler di otak. Tersumbatnya aliran oksigen ini menyebabkan kematian jaringan otak mendadak atau stroke iskemik.

Penyempitan dan hilangnya elastisitas pembuluh darah akibat plak memaksa jantung memompa darah dengan tekanan yang jauh lebih masif. Akibat interaksi ini, angka tekanan darah sistolik lansia akan melonjak semakin tidak terkendali.

Beban hemodinamik yang berlebihan dalam jangka panjang akibat pembuluh darah yang tersumbat membuat otot ventrikel jantung mengalami hipertrofi patologis. Lama-kelamaan, otot jantung akan kelelahan, melemah, dan memicu gagal jantung.

Tingginya kadar asam lemak bebas dan kolesterol dalam sirkulasi darah dapat mengganggu jalur sinyal intraseluler reseptor insulin. Hal ini memperparah derajat resistensi insulin dan memperburuk kontrol glikemik penderita diabetes.

Plak aterosklerosis yang menyerang arteri renalis mengurangi laju filtrasi glomerulus pada organ ginjal lansia. Penurunan perfusi darah ini memicu iskemia jaringan ginjal yang lambat laun berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore