
ilustrasi orang yang terkena campak. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Campak adalah penyakit menular melalui droplet pernapasan dari orang yang terinfeksi, terutama lewat batuk dan bersin.
Bahkan jika Anda menghirup udara yang sama dengan orang lain yang menderita penyakit tersebut, Anda tetap bisa tertular.
Virus tetap aktif di udara atau di permukaan yang terinfeksi selama sekitar dua jam.
Menurut WHO, satu orang yang terinfeksi campak dapat menulari sekitar 9 dari 10 orang yang kontak dekatnya belum divaksinasi.
Oleh karenanya, ada beberapa gejala campak umum yang perlu Anda waspadai, seperti dilansir Healthshots.
1. Demam tinggi terus-menerus
Campak sering dimulai dengan demam tinggi, yang dapat melonjak hingga melebihi 38 derajat Celcius.
2. Pilek
Meskipun batuk adalah salah satu gejala yang paling menonjol, campak juga dapat menyebabkan hidung berair atau tersumbat, mirip dengan gejala flu biasa.
3. Konjungtivitis
Peradangan pada mata dapat terjadi, menyebabkan mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
Akan sangat sulit untuk membuka mata karena rasa sakitnya.
4. Bintik-bintik putih di mulut

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
