
Ilustrasi susu segar. (freepik)
JawaPos.com - Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pola hidup sehat, muncul sebuah pertanyaan klasik yang terus diperdebatkan dalam waktu dekat yakni,
“manakah yang lebih menyehatkan, susu oat atau susu sapi? “
Dalam dunia nutrisi yang penuh dinamika, pilihan susu bukan lagi sekadar soal rasa, melainkan tentang kebutuhan tubuh, gaya hidup, dan kecocokan metabolisme seseorang.
Tekstur creamy susu oat tampak menggoda, sementara susu sapi tetap menjadi sumber nutrisi lengkap yang telah dipercaya turun-temurun.
Menurut ulasan dari marthastewart.com, para pakar nutrisi menjelaskan perbedaan mendasar, kelebihan, dan kekurangan dari kedua jenis susu ini agar pembaca dapat menentukan pilihan dengan lebih bijak.
Nutrisi Susu Oat
Susu oat berbahan dasar tumbuhan dan secara alami bebas laktosa, menjadikannya alternatif favorit bagi para vegan maupun mereka yang tidak cocok dengan produk susu sapi. Namun, nilai nutrisi susu oat sangat bergantung pada cara pembuatannya.
Susu oat buatan sendiri biasanya rendah kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 karena tidak melalui proses fortifikasi.
Berbeda dengan versi kemasan yang umumnya diperkaya untuk meniru profil nutrisi susu sapi.
Menurut Kathleen Moore, RDN, LD, susu oat yang telah diperkaya bahkan menyediakan zat besi dalam jumlah yang lebih tinggi, nutrisi penting untuk transportasi oksigen, pembentukan energi, dan kekebalan tubuh.
Dari segi komposisi, susu oat cenderung lebih tinggi karbohidrat, lebih rendah lemak, dan masih mengandung serat—meski sebagian serat tersebut hilang selama proses pembuatan.
Susu oat juga menyediakan sejumlah vitamin dan mineral tambahan ketika melalui proses fortifikasi, termasuk kalsium dan vitamin B12.
Nutrisi Susu Sapi
Sementara itu, susu sapi tetap menjadi minuman yang dikenal seimbang secara natural.
Seperti dijelaskan oleh Natalie Allen, RD, susu sapi secara alami mengandung karbohidrat, protein, dan lemak—ditambah kalsium, kalium, fosfor, serta vitamin B yang sangat mudah diserap tubuh.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
