Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 November 2025 | 23.18 WIB

Flu Tapi di Perut, Emang Bisa? Yuk Kenali dan Simak Lebih Dalam tentang Gastroenteritis!

Muntah, salah satu gejala gastroenteritis. (Freepik) - Image

Muntah, salah satu gejala gastroenteritis. (Freepik)

Kapan Harus Ke Dokter?

Pada sebagian besar orang dewasa, gastroenteritis biasanya mereda dengan istirahat dan cukup cairan. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.

Mayo Clinic menyebutkan jika selama 24 jam kamu sama sekali tidak mampu menahan cairan yang diminum, itu adalah tanda bahwa tubuh mulai kehilangan banyak cairan dan perlu mendapatkan pertolongan medis. Begitu pula jika muntah atau diare berlangsung lebih dari dua hari tanpa membaik, karena tubuh bisa semakin lemah dan berisiko mengalami dehidrasi berat.

Ada juga tanda bahaya lain yang perlu diwaspadai. Muntah darah atau munculnya darah pada feses adalah indikasi bahwa mungkin ada masalah yang lebih serius pada saluran pencernaan. Dehidrasi yang parah juga harus diwaspadai, terutama bila kamu merasa sangat haus, mulut terasa kering, warna urin menjadi kuning pekat, buang air kecil sangat sedikit, atau tubuh terasa lemas sampai pusing dan hampir pingsan.

Selain itu, nyeri hebat di perut yang tidak mereda atau demam tinggi di atas 40°C (104°F) merupakan alasan kuat untuk segera mencari bantuan medis. Kondisi-kondisi tersebut dapat menandakan bahwa ada infeksi atau gangguan lain yang memerlukan penanganan dokter secepatnya.

Pengobatan dan Pencegahan Gastroenteritis

Pada sebagian besar kasus, gastroenteritis dapat pulih dengan perawatan mandiri di rumah. Fokus utama pengobatan bukan pada menghentikan diare atau muntah secara instan, tetapi pada menjaga tubuh agar tidak kehilangan terlalu banyak cairan. Langkah paling penting dalam menangani gastroenteritis adalah rehidrasi. Ketiga sumber medis menekankan bahwa mengganti cairan yang hilang menjadi prioritas utama.

Menurut Alodokter, oralit atau larutan rehidrasi elektrolit merupakan pilihan terbaik karena tidak hanya mengganti air, tetapi juga mineral penting yang hilang akibat muntah dan diare. Air putih tetap bermanfaat, tetapi tidak dapat mengembalikan elektrolit dengan optimal.

Selain itu, pola istirahat dan makan juga berperan besar dalam mempercepat pemulihan. Saluran cerna yang sedang iritasi membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga makanan dan minuman yang dikonsumsi harus disesuaikan agar tidak memperberat keluhan.

Langkah pengobatan yang dianjurkan menurut Alodokter meliputi:

  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering agar perut tidak bekerja terlalu berat;
  • Memilih makanan lembut atau mudah dicerna, seperti bubur, roti, pisang, dan sup bening;
  • Menghindari makanan pedas, berminyak, bersantan, atau terlalu manis yang dapat memperparah diare;
  • Menjauhi minuman bersoda, berkafein, atau beralkohol karena dapat memicu dehidrasi dan iritasi lambung;

Selama masa pemulihan, tubuh membutuhkan istirahat cukup agar sistem imun bekerja lebih optimal. Jika muncul tanda bahaya seperti dehidrasi berat, muntah darah, atau demam tinggi, penanganan medis segera diperlukan.

Karena gastroenteritis mudah menular melalui makanan, air, maupun kontak langsung, pencegahannya sangat bergantung pada kebersihan diri dan lingkungan. Better Health Channel menegaskan bahwa cuci tangan dengan air dan sabun adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penularan. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi risiko penyebaran virus, bakteri, maupun parasit penyebab gastroenteritis.

Selain mencuci tangan, kebersihan makanan juga menjadi faktor yang sangat menentukan. Alodokter merekomendasikan beberapa langkah untuk memastikan makanan tetap aman dikonsumsi diantaranya yaitu anjuran untuk mencuci bersih bahan makanan sebelum diolah, menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak, hingga menyimpan makanan pada suhu yang tepat agar tidak cepat terkontaminasi.

Untuk kelompok rentan seperti bayi, upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Menurut Mayo Clinic, vaksin rotavirus sangat dianjurkan untuk bayi karena terbukti mengurangi risiko gastroenteritis yang berat. Selain itu, Better Health dan Alodokter juga menyarankan untuk tidak berbagi peralatan makan, terutama bila ada anggota keluarga yang sedang mengalami gejala. Cara sederhana ini dapat mencegah penyebaran virus melalui droplet atau kontak tidak langsung.

Gastroenteritis mungkin terdengar seperti gangguan pencernaan biasa, tetapi gejalanya dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat. Praktik sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, memilih makanan yang aman, dan memperhatikan asupan cairan dapat memberikan perlindungan besar dari penyakit yang sangat mudah menular ini.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore