
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit chikungunya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Chikungunya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Chikungunya. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, jenis nyamuk yang sama dengan penular demam berdarah dengue (DBD).
Nama 'chikungunya' berasal dari bahasa Swahili yang berarti 'melengkung', hal ini mengacu pada posisi tubuh penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat yang menjadi gejala khas penyakit ini.
Wabah chikungunya awalnya dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Afrika, Asia, Eropa, serta sejumlah pulau di Samudra Hindia dan Pasifik. Sementara itu, kasus pertama di benua Amerika tercatat pada tahun 2013 di kawasan Karibia.
Dikutip dari Alodokter, menurut Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/261/2025, pada Desember 2024 tercatat sebanyak 571 kasus chikungunya yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai kasus kematian akibat penyakit tersebut.
Penyebab Penularan Chikungunya
Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya (CHIKV) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini umumnya lebih aktif di siang dan malam hari.
Nyamuk ini membawa virus Chikungunya setelah menggigit seseorang yang terinfeksi. Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit orang lain dan menularkan virusnya. Namun, virus Chikungunya tidak menular secara langsung dari manusia ke manusia, melainkan hanya melalui gigitan nyamuk.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu seperti bayi baru lahir, lansia berusia di atas 65 tahun. Selain itu, individu dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung dapat lebih rentan terinfeksi.
Gejala Penyakit Chikungunya
Gejala awal chikungunya umumnya ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, disertai nyeri sendi khas. Setelah seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi, gejala penyakit biasanya mulai muncul dalam waktu 4 hingga 8 hari, meskipun pada beberapa kasus dapat terjadi dalam rentang 2 hingga 12 hari.
Dikutip dari Halodoc, selain demam tinggi yang mendadak dan nyeri sendi, gejala chikungunya biasanya disertai ruam merah pada kulit, nyeri otot dan tulang, serta sendi yang bengkak. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, mata merah, mual hingga muntah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 5-80%penderita chikungunya dapat mengalami nyeri sendi yang menetap, serta rasa lelah berkepanjangan yang berlangsung selama beberapa bulan bahkan hingga bertahun-tahun setelah sembuh dari infeksi.
Setelah pulih, seseorang umumnya akan memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi chikungunya di masa mendatang. Kasus berat dan kematian akibat penyakit ini tergolong sangat jarang, dan jika terjadi biasanya disebabkan karena kondisi kesehatan lain yang sudah ada sebelumnya.
Pengobatan untuk Penderita Chikungunya
Pada sebagian besar kasus, gejala chikungunya biasanya membaik dalam waktu 1–2 minggu. Pengobatan penyakit ini berfokus pada peredaan gejala, seperti nyeri sendi dan demam.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
