Ilustrasi seorang wanita hamil yang rentang terkena penyakit rubella (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Rubella atau yang dikenal juga sebagai campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Sebagian orang meyakini penyakit rubella mirip dengan campak, padahal kedua penyakit ini cukup berbeda.
Penyakit ini umumnya bersifat ringan pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi sangat berbahaya jika menyerang ibu hamil. Hal ini karena virus rubella dapat menyebabkan keguguran atau jika kehamilan terus berlangsung maka rubella bisa menular ke janin dan menimbulkan cacat lahir serius.
Penyebab Menularnya Rubella
Seseorang dapat tertular rubella ketika tidak sengaja menghirup percikan air liur (droplets) yang keluar dari penderita saat batuk atau bersin. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur penderita.
Dikutip dari Alodokter, orang yang terinfeksi rubella dapat menyebarkan virus mulai dari 1–2 minggu sebelum gejala muncul hingga sekitar 7 hari setelah ruam menghilang. Menariknya, beberapa penderita tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain.
Gejala Penyakit Rubella
Tanda utama seseorang terinfeksi rubella adalah munculnya ruam berwarna merah yang biasanya timbul sekitar 2–3 minggu setelah terpapar virus Rubella. Ruam ini umumnya bermula dari area wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Rasa gatal sering kali menyertai ruam tersebut dan dapat berlangsung hingga tiga hari.
Meskipun rubella menimbulkan ruam kemerahan pada kulit, tetapi penyakit ini tidak sama dengan campak. Perbedaannya terletak pada jenis virus penyebabnya, serta gejala rubella yang umumnya lebih ringan dibandingkan dengan campak.
Selain munculnya ruam, rubella juga dapat disertai dengan berbagai gejala lain seperti demam, batuk, pilek dan hidung tersumbat. Penderita juga bisa mengalami mata merah (konjungtivitis), serta nyeri tenggorokan yang disebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan leher.
Bahaya Infeksi Rubella pada Ibu Hamil
Rubella akan sangat berbahaya jika menginfeksi ibu hamil, terutama pada 12 minggu pertama (fase trimester pertama). Penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada janin ataupun jika janin lahir maka akan mengalami cacat bawaan akibat Congenital Rubella Syndrome (CRS).
Dikutip dari Halodoc, cacat bawaan yang umumnya dialami bayi akibat CRS meliputi masalah pendengaran (tuli), katarak, kelainan jantung, serta berat badan lahir rendah. Jika kondisi ini berkembang menjadi komplikasi, bayi berisiko mengalami kerusakan otak, radang paru-paru, autisme hingga diabetes melitus.
Cara Mencegah dan Upaya Pengobatan dari Penyakit Rubella
Pencegahan dari penyakit rubella sebenarnya cukup mudah yaitu dengan pastikan kamu dan orang di sekitar sudah mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk mencegah rubella. Hal ini terjadi karena tubuh akan memiliki dan memproduksi sistem imun yang bisa melawan virus rubella.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
