Ilustrasi perawatan kuku untuk mencegah cantengan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan kaki sering kali menjadi aspek yang diabaikan dalam rutinitas perawatan diri sehari-hari. Padahal, kaki adalah fondasi tubuh yang menopang seluruh aktivitas kita, mulai dari berjalan, berlari, hingga berdiri dalam waktu lama. Masalah pada kaki sekecil apa pun dapat berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan mobilitas seseorang. Salah satu gangguan yang tampak sepele namun dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu adalah cantengan atau ingrown toenail.
Cantengan merupakan kondisi medis di mana ujung atau sisi kuku kaki tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya, bukan tumbuh ke atas seperti seharusnya. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu jari kaki, meskipun dapat terjadi pada jari kaki mana pun. Ketika kuku tumbuh ke dalam kulit, hal ini akan menyebabkan iritasi, peradangan, dan rasa nyeri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam kasus yang lebih parah, cantengan bahkan dapat menyebabkan infeksi bakteri yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Oleh karena itu, perlu bagi setiap individu untuk menyadari gejala awal cantengan yang mungkin dirasakan agar bisa segera mendapat pertolongan. Gejala cantengan biasanya dimulai dengan rasa nyeri dan kemerahan di sekitar area kuku yang bermasalah. Penderita akan merasakan sensasi seperti tertusuk atau terjepit ketika memakai sepatu atau bahkan saat berjalan tanpa alas kaki. Seiring berjalannya waktu, area yang terkena dapat membengkak dan terasa hangat ketika disentuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka dapat muncul nanah atau cairan lain yang mengindikasikan adanya infeksi.
Untuk mencegah hal ini, kita perlu tahu apa saja yang dapat menyebabkan cantengan. Dengan begitu, kita dapat mencegah hal-hal tersebut terjadi. Melansir dari Hello Sehat, terdapat setidaknya empat penyebab utama cantengan yang perlu diwaspadai.
1. Memotong Kuku Terlalu Pendek
Kebiasaan memotong kuku kaki terlalu pendek merupakan penyebab paling umum terjadinya cantengan. Ketika kamu memotong kuku terlalu dalam, terutama di bagian sudut-sudutnya, kulit di sekitar kuku akan menutupi ujung kuku yang baru tumbuh. Hal ini menyebabkan kuku tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh ke atas dan akhirnya terpaksa tumbuh ke dalam kulit. Cara memotong kuku yang benar adalah memotongnya lurus, tidak terlalu dalam, dan menghindari pemotongan berbentuk melengkung di bagian sudut.
2. Menggunakan Sepatu yang Terlalu Sempit
Jika kamu menggunakan sepatu yang kekecilan, terlalu sempit, atau ketat maka dapat memberikan tekanan berlebihan pada jari-jari kaki, terutama ibu jari kaki. Tekanan konstan ini dapat mendorong kuku untuk tumbuh ke arah yang tidak normal, yaitu ke dalam kulit. Selain itu, sepatu sempit juga dapat menyebabkan gesekan yang berulang antara kuku dan kulit, sehingga meningkatkan risiko iritasi dan peradangan. Karena itu, penting untuk memilih sepatu dengan ukuran yang tepat dan memberikan ruang yang cukup bagi jari-jari kaki untuk bergerak bebas.
3. Cedera pada Kuku
Jika kamu pernah mengalami trauma atau cedera pada kuku kaki, maka hal tersebut dapat mengubah pola pertumbuhan kuku secara permanen. Cedera bisa terjadi akibat tertimpa benda berat, terbentur, atau aktivitas olahraga yang intens. Ketika kuku mengalami kerusakan, proses regenerasi sel-sel kuku dapat terganggu, menyebabkan kuku tumbuh dengan bentuk yang abnormal. Bahkan cedera ringan yang tampak tidak signifikan dapat memiliki efek jangka panjang terhadap pertumbuhan kuku. Oleh karena itu, setiap cedera pada kuku sebaiknya mendapat perhatian dan perawatan yang tepat.
4. Masalah Sirkulasi Darah
Gangguan sirkulasi darah, terutama yang sering dialami oleh penderita diabetes atau penyakit pembuluh darah, dapat memengaruhi kesehatan kuku kaki. Aliran darah yang tidak optimal menghambat pengiriman nutrisi dan oksigen ke area kuku, sehingga pertumbuhan kuku menjadi tidak normal. Kondisi ini juga memperlambat proses penyembuhan jika terjadi luka atau iritasi di sekitar kuku. Penderita diabetes perlu memberikan perhatian ekstra pada kesehatan kaki mereka karena risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Jika cantengan tidak mendapat penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius dan mengancam kesehatan. Salah satunya adalah infeksi bakteri yang merupakan komplikasi yang paling umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya nanah, bau tidak sedap, dan peningkatan rasa nyeri yang signifikan.
Dalam kasus yang parah, infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam, termasuk tulang, yang dikenal sebagai osteomielitis. Kondisi ini memerlukan penanganan medis intensif dan dapat mengancam keselamatan jika tidak ditangani dengan cepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
