
Ilustrasi seseorang yang sedang memegangi lututnya yang nyeri akibat asam urat. (Freepik)
JawaPos.com - Asam urat atau gout adalah penyakit yang terjadi ketika kristal asam urat menumpuk pada persendian akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Produksi asam urat yang berlebihan dapat menimbulkan peradangan, sehingga sendi terasa bengkak dan nyeri.
Kondisi ini paling sering menyerang bagian jempol kaki, meski sebenarnya semua sendi seperti lutut maupun pergelangan tangan juga berpotensi terdampak. Banyak orang mengira asam urat sama dengan rematik, padahal keduanya berbeda. Rematik adalah istilah umum untuk nyeri pada otot atau sendi yang mengalami peradangan, sementara asam urat memiliki penyebab spesifik, yaitu penumpukan kristal.
Penyakit ini umumnya dialami pria berusia 30 tahun ke atas, sedangkan pada wanita biasanya muncul setelah memasuki masa menopause. Menurut Halodoc, serangan nyeri akibat peradangan dapat berlangsung antara 3 hingga 10 hari.
Penyebab Asam Urat
Dilansir dari Alodokter, asam urat muncul akibat kadar asam urat dalam darah yang terlalu tinggi, kondisi ini dikenal dengan istilah hiperurisemia. Kristal yang terbentuk kemudian mengendap pada persendian sehingga menimbulkan nyeri dan peradangan.
Asam urat sendiri merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh untuk memecah purin, yaitu zat yang memiliki peran penting, mulai dari mendukung pertumbuhan sel hingga menyediakan energi.
Oleh karena itu, konsumsi makanan tinggi purin seperti seafood, daging merah, dan jeroan bisa meningkatkan kadar asam urat. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol maupun minuman manis tinggi fruktosa juga dapat memperburuk kondisi ini.
Selain faktor makanan, penurunan fungsi ginjal turut berpengaruh karena membuat asam urat sulit dikeluarkan secara optimal dari tubuh. Faktor lain yang dapat memicu hiperurisemia antara lain penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik, aspirin, ciclosporin, serta beberapa jenis obat kemoterapi dan imunosupresan.
Cara Mengatasi Peradangan Asam Urat
Umumnya, dokter akan meresepkan obat sesuai kondisi pasien untuk meredakan nyeri saat serangan kambuh. Menurut Alodokter, obat-obatan yang sering digunakan berasal dari golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), misalnya Diclofenac, Ketorolac, Naproxen, dan Celecoxib.
Selain itu, Colchicine kerap diberikan karena cukup efektif menekan peradangan akibat kristal asam urat. Jika keluhan tidak mereda, dokter dapat meresepkan Prednisone, obat kortikosteroid yang bekerja lebih kuat dalam mengurangi peradangan.
Tidak hanya meredakan gejala, pasien juga bisa mendapat obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh, seperti Allopurinol, Febuxostat, dan Probenecid. Tujuan terapi ini adalah menekan risiko serangan gout berulang sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
