
Ilustrasi: Tembakau yang dipanaskan sama bahayanya dengan tembakau biasa. (Holland Hospital)
JawaPos.com - Salah kaprah mengenai produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, masih menjadi perdebatan di banyak negara, termasuk Indonesia. Sebagian besar masyarakat masih menganggap produk-produk ini sama berbahayanya, atau bahkan lebih berbahaya, daripada rokok konvensional.
Temuan itu terungkap dalam tinjauan sistematis berjudul “Interventions to change vaping harm perceptions and associations between harm perceptions and vaping and smoking behaviours” yang dipublikasikan di jurnal Addiction pada Juli 2025. Studi ini menyoroti bahwa persepsi keliru membuat banyak perokok dewasa enggan beralih ke produk yang dinilai memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibanding rokok.
Profesor Ann McNeill, pakar kecanduan tembakau dari King’s College London (KCL), menegaskan bahwa informasi yang tidak tepat justru bisa menghalangi perubahan perilaku. "Anggapan bahwa produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan rokok bisa menutup peluang bagi perokok dewasa untuk mengurangi dampak kesehatan yang mereka alami. Padahal, bukti ilmiah menunjukkan meski tidak bebas risiko, produk ini lebih rendah risiko daripada merokok," ujarnya, dikutip dari laman KCL.
Tinjauan tersebut menganalisis 85 studi terkait komunikasi risiko pada remaja dan orang dewasa. Hasilnya, kampanye yang terlalu menekankan bahaya dan sifat adiktif produk alternatif memang berhasil meningkatkan kewaspadaan publik, tetapi sekaligus memperkuat kesalahpahaman bahwa dampaknya setara dengan rokok.
Situasi serupa juga dihadapi Indonesia. Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, menyebut kesalahpahaman publik menjadi salah satu hambatan serius dalam menekan angka perokok.
"Banyak perokok dewasa ragu beralih karena takut salah langkah. Akhirnya, mereka tetap merokok dan kehilangan kesempatan untuk mengurangi risikonya," kata Paido.
Ia menambahkan, sejumlah negara seperti Inggris, Selandia Baru, dan Jepang telah memanfaatkan produk tembakau alternatif sebagai bagian dari strategi harm reduction dan terbukti mampu menurunkan prevalensi merokok. Namun di Indonesia, informasi semacam ini masih terbatas, bahkan kerap tenggelam oleh stigma dan misinformasi.
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa produk tembakau alternatif bukan solusi instan. Produk ini tetap mengandung risiko dan sama sekali tidak ditujukan bagi anak-anak maupun non-perokok. "Informasi yang jujur dan seimbang perlu diberikan kepada masyarakat. Produk alternatif memang bukan tanpa risiko, tetapi risikonya lebih rendah daripada rokok. Hal ini penting dipahami agar publik tidak terjebak pada persepsi keliru," jelas Paido.
Akvindo sendiri mengaku telah melakukan sejumlah upaya, mulai dari kampanye edukasi berbasis data, dialog dengan regulator, kerja sama dengan tenaga kesehatan, hingga pendampingan konsumen dewasa yang ingin berhenti merokok.
Para peneliti menilai komunikasi publik menjadi kunci dalam mengoreksi misinformasi. Informasi yang akurat, proporsional, dan berbasis bukti ilmiah harus menjadi landasan agar masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat.
Dengan prevalensi perokok yang masih tinggi, tantangan terbesar Indonesia bukan hanya soal regulasi, tetapi juga bagaimana menghadirkan informasi yang benar dan dapat dipercaya agar langkah pengurangan risiko dapat berjalan lebih efektif.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
