Ilustrasi seorang anak yang gizinya tercukupi sehingga tidak terkena stunting (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, biasanya terjadi sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan. Kurangnya asupan gizi pada periode penting ini dapat menghambat pertumbuhan fisik dan memengaruhi perkembangan otak anak.
Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi seimbang, terutama protein dan mikronutrien penting. Selain itu, faktor lain seperti sanitasi yang buruk, infeksi berulang (misalnya cacingan atau tuberkulosis), dan kurangnya pola asuh yang tepat juga berkontribusi.
Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki perbedaan fisik dari teman sebayanya, tetapi juga berisiko mengalami penurunan kemampuan kognitif. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala stunting dan cara mengatasinya.
Dikutip dari Alodokter, berikut adalah 5 ciri-ciri umum stunting pada anak.
1. Tinggi Badan Tidak Ideal
Salah satu tanda utama stunting adalah postur tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Kondisi ini terjadi karena kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi sehingga menghambat proses tumbuh kembang. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak bertubuh pendek mengalami stunting, karena tinggi badan juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dari orang tua.
2. Berat Badan Stagnan
Kondisi malnutrisi yang berlangsung lama dapat membuat berat badan anak sulit bertambah atau bahkan menurun. Akibatnya, anak dengan stunting umumnya memiliki berat badan di bawah rata-rata. Orang tua dapat mengukur berat dan tinggi badan anak secara rutin di Posyandu, Puskesmas, atau dokter anak. Jika hasilnya tidak menunjukkan peningkatan atau justru menurun, hal ini bisa menjadi salah satu tanda stunting.
3. Lemas dan Mudah Lelah
Anak yang mengalami stunting lebih cepat merasa lelah karena kekurangan asupan nutrisi dan kalori. Kekurangan energi ini membuat anak sering terlihat mengantuk, lesu, dan kurang bersemangat. Ciri ini merupakan salah satu tanda yang paling mudah diamati.
4. Daya Tahan Tubuh Lemah
Kekurangan gizi yang menyebabkan stunting juga berdampak pada lemahnya sistem imun anak. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terserang virus atau bakteri, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dari penyakit.
5. Perkembangan Otak Terhambat
Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak. Kekurangan nutrisi dalam jangka panjang dapat mengganggu proses perkembangan otak. Hal ini mengakibatkan anak yang stunting cenderung kesulitan belajar, berpikir, dan fokus. Jika tidak segera ditangani, prestasi dan pencapaian akademik anak di sekolah bisa terpengaruh.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
