
Ilustrasi resistensi antibiotik. (NPS MedicineWise)
JawaPos.com-Resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) menjadi salah satu ancaman kesehatan global paling serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut AMR sebagai silent pandemic karena bisa membuat infeksi ringan sekalipun menjadi sulit diobati akibat kuman yang kebal terhadap antibiotik.
Untuk menekan risiko tersebut, para pakar kesehatan menekankan pentingnya penerapan Antimicrobial Stewardship (AMS) atau program pengelolaan antibiotik yang bijak. Tujuannya memastikan penggunaan antibiotik tepat sasaran, baik dari segi jenis obat, dosis, maupun durasi pemakaian, berdasar diagnosis laboratorium yang akurat.
Menurut Prof. Dr. dr. Rianto Setiadudy, Sp.FK, resistensi bisa terjadi bila antibiotik digunakan sembarangan.
“Antibiotic Stewardship pada dasarnya adalah cara mengatur penggunaan antibiotik agar tepat sasaran. Dengan begitu, antibiotik tetap efektif melawan penyakit dan risiko resistensi bisa ditekan,” jelas Rianto Setiadudy dalam seminar Antimicrobial Stewardship yang diselenggarakan RSRP di Jakarta.
Resistensi bakteri juga tidak bisa dicegah hanya oleh dokter. Dr. dr. Latre Buntaran, Sp.MK(K) menekankan perlu strategi menyeluruh.
“Rumah sakit harus punya kebijakan jelas, mulai dari edukasi tenaga medis, regulasi internal, hingga pemantauan data resistensi di lapangan,” ujar Latre Buntaran.
Sementara itu, area perawatan intensif (ICU) disebut sebagai lokasi paling rentan terhadap resistensi antibiotik. Prof. Dr. dr. Amir Sjarifuddin Madjid, Sp.An-KIC menegaskan, pemantauan antibiotik di ICU harus ekstra ketat.
"Tim yang terdiri dari dokter, perawat, farmasis, dan mikrobiolog perlu bekerja bersama agar terapi pasien kritis tetap aman dan efektif," kata Amir Sjarifuddin Madjid.
Yang paling penting diketahui adalah setiap pasien memiliki kondisi tubuh berbeda, sehingga kebutuhan antibiotiknya tidak bisa disamaratakan. Dokter Adeline Intan Pratiwi Pasaribu, Sp.PD menjelaskan, dengan prinsip pharmacokinetics dan pharmacodynamics, dokter bisa menentukan dosis dan lama penggunaan antibiotik yang paling tepat, ukup kuat melawan infeksi, tapi tetap aman bagi tubuh pasien.
Para pakar sepakat bahwa kunci sukses melawan resistensi adalah kolaborasi lintas profesi. Program AMS hanya dapat berjalan efektif jika dokter, perawat, farmasis, mikrobiolog, hingga tim pengendalian infeksi bekerja bersama.
Kolaborasi rumah sakit dengan laboratorium berstandar internasional juga diyakini dapat membantu menekan resistensi. Derice Sumantri, CEO Progress Healthcare, menambahkan bahwa program AMS sejalan dengan target Kementerian Kesehatan untuk menekan angka resistensi di Indonesia.
“Harapan kami, laboratorium berstandar internasional dapat memberikan hasil yang lebih cepat, tepat, dan accountable,” beber Derice Sumantri.
Penerapan AMS tidak hanya penting di rumah sakit, tetapi juga perlu disertai edukasi publik. Pasien diimbau tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa tidak semua penyakit, terutama yang disebabkan virus, membutuhkan antibiotik.
Dengan meningkatnya kesadaran tenaga medis dan masyarakat, serta dukungan teknologi laboratorium, diharapkan Indonesia bisa lebih siap menghadapi ancaman global resistensi antimikroba.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
