Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Januari 2024 | 01.32 WIB

Istilah Erotomania Viral di Media Sosial, Ternyata Gangguan Kejiwaan Karena Merasa Dicintai, Ini Penjelasannya

Erotomania adalah gangguan kejiwaan, khususnya delusi, yang merasa dicintai padahal tidak.

JawaPos.com -  Belum lama ini istilah Erotomania tengah viral di media sosial. Usut punya usut, ternyata istilah ini merupakan istilah medis yang dikaitkan dengan gangguan delusi.

Erotomania adalah suatu gangguan kejiwaan yang ditandai dengan keyakinan delusional bahwa seseorang dengan status sosial tinggi, sangat mencintai individu tersebut meskipun tidak ada bukti atau perasaan yang bersifat timbal balik.

Dilansir dari WebMD, penyintas erotomania biasanya mempunyai fantasi bahwa dirinya disukai orang yang bahkan belum pernah ia temui secara langsung, seperti penyanyi, artis, musisi, aktor, atau politisi.

Bukan sekadar merasa dicintai, orang dengan gangguan erotomania bahkan merasa sedang menjalin hubungan sangat dekat dengan individu tersebut sehingga selalu memantau akun sosial media atau update tentang sosok tersebut.

Erotomania juga disebut sindrom de Clérambault yang jarang terjadi. Gangguan erotomania ini bisa berlangsung lama dari berminggu-minggu bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

gangguan ini terjadi kepada seseorang setelah masa pubertas, namun biasanya terjadi kepada sekitar usia paruh baya atau setelahnya.

Ganguan kejiwaan ini juga bisa menjadi gejala bagi kondisi kesehatan mental lainnya, seperti skizofrenia, skioafektif, gangguan bipolar, dan alzheimer.

Masih dilansir dari WebMD, gangguan kejiawaan ini lebih umum terjadi pada kaum wanita, tapi dibeberapa penelitian juga mendapakan hasil bahwa laki-laki juga bisa mengalami gangguan kejiwaan tersebut.

Erotomania ini terjadi akibat individu salah menangkap sinyal sosial secara benar. mereka salah mengartikan ekspresi wajah atau gerak tubuh seseorang.

Penyitas gangguan kejiwaan ini mengganggap ekspresi wajah atau gerak tubuh seseorang sedang menggoda individu tersebut, padahal sebenarnya tidak.

Pada beberapa penelitian mengatakan bahwa erotomania bisa terjadi akibat dari cara seseorang dalam mengendalikan stress dan trauma berat yang dialaminya.

Gangguan kejiwaan ini juga bisa terjadi akibat suatu inividu tertalu lama merasa kesepian atau terlalu lama menghabiskan waktu sendirian.

Selain itu juga, beberapa penyakit otak juga dapat menimbulkan seseorang mengalamami gejala erotomania, seperti tumor otak atau penyakit Alzheimer. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore