
Gaya hidup wanita menentukan tingkat kesuburan dan kehamilan / sumber: pexels/SHVETS production
JawaPos.com - Senin (6/11), Ketika membicarakan kesehatan tubuh, penting untuk mengingat bahwa pola makan dan gaya hidup yang sehat adalah kunci.
Bagi perempuan, kesehatan ini menjadi semakin krusial seiring bertambahnya usia, terutama dalam konteks komplikasi kesehatan seperti masalah kehamilan. Inilah sebabnya banyak perempuan akhirnya memilih opsi seperti IVF.
In Vitro Fertilization (IVF) atau biasa dikenal dengan bayi tabung, adalah prosedur medis yang membantu pasangan suami-istri yang mengalami kesulitan hamil. IVF melibatkan pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh wanita, bisanya dalam sebuah tabung.
Menurut penelitian, tingkat keberhasilan IVF berbeda berdasarkan usia wanita. Wanita di bawah 35 tahun memiliki tingkat kelahiran hidup sebesar 54,5% per pengambilan sel telur, sementara wanita usia 35-37 tahun memiliki tingkat 41,1%, dan wanita usia 38-40 tahun memiliki tingkat 26,7%.
Dr. Manika Khanna, pendiri dan CEO Gaudium IVF, menekankan pentingnya gaya hidup sehat dalam keberhasilan IVF. Dengan pengalaman lebih dari 1.000 kasus, Dr. Khanna menemukan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan IVF, termasuk aspek sosio-kultural, kognitif-afektif, dan pola makan.
Dilansir dari media Times food, Senin (6/11), berikut pengamatan dan jenis perubahan perilaku terkait makanan apa yang dapat membantu konsepsi lebih baik.
Hasil dari studi
Kita adalah apa yang kita makan, merupakan sebuah kebenaran yang membentuk hidup dan kondisi kesehatan kita.
Khususnya pada wanita, ada kebiasaan tertentu yang dapat menghambat kemungkinan pembuahan pada usia yang ideal. Menurut penelitian yang disebutkan oleh Dr. Khanna, faktor utama ketidakhamilan adalah kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.
Studi ini mengungkapkan bahwa 25% wanita adalah perokok, 38% mengonsumsi alkohol secara teratur, 52% mengalami stres, dan 90% tidak mengikuti pola makan sehat, dengan 35% di antaranya berjuang melawan obesitas.
Bagaimana solusinya?
Dr. Khanna menyarankan bahwa untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam program bayi tabung, lebih baik fokus pada pengurangan atau penggantian aktivitas dibandingkan penambahan aktivitas.
Dia menekankan bahwa mengubah atau mengurangi jenis makanan tertentu dapat memiliki manfaat signifikan.
Apa saja yang harus dikurangi?
Cegah kebiasaan buruk apabila ingin meningkatkan kesuburan contohnya yaitu, mengurangi kebiasan merokok dan minum, menjaga berat badan yang sehat, menghindari junk food, minyak berlebih, dan gula. Dan juga hindari terlalu banyak pikiran atau stress, karena hal tersebut merupakan pengaruh besar bagi wanita yang akan ingin memiliki anak atau sedang mengandung.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
