
Tim mahasiswa Fikes UMM tengah menguji inovasi buatannya berupa alat kontrasepsi berbahan baku buah leunca di laboratorium kampus.
JawaPos.com–Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan alat kontrasepsi bagi pria berbahan baku buah leunca.
Ketua Tim Fikes Adinda Shakira Pundi Laras mengatakan, saat ini variasi produk alat kontrasepsi bagi pria masih terbilang minim. Terutama yang dapat digunakan secara praktis.
”Kondisi ini yang menginspirasi kami menciptakan alat kontrasepsi nabati menggunakan formula tansdermale patch berbahan dasar buah leunca. Alat ini mampu menjadi antifertilitas nabati bagi individu,” kata Adinda Shakira Pundi Laras seperti dilansir dari Antara di Malang, Rabu (1/11).
Adinda mengatakan, penggunaan alat kontrasepsi nabati itu mudah dan sederhana. Yakni hanya dengan menempelkan ke bagian tubuh tertentu dan membiarkan zat meresap ke dalam tubuh. Tidak butuh waktu lama, inovasi itu mampu memberikan efek terhadap penurunan jumlah rata-rata spermatozoa pada seorang laki-laki.
”Alat kontrasepsi nabati yang kami coba ciptakan ini jauh lebih sederhana dalam pemakaian. Tinggal tempel saja di bagian tubuh tertentu dan efeknya akan langsung bisa dirasakan,” ujar Adinda Shakira Pundi Laras, mahasiswa angkatan 2020 itu.
Formula tansdermale patch merupakan media yang mengantarkan obat melalui kulit. Dikombinasikan dengan beberapa bahan lainnya, seperti HPMV-PVP dengan bahan aktif ekstrak etanol daun binahong memungkinkan produk itu memiliki elastisitas yang baik serta mampu menyerap air.
Mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan program studi farmasi tersebut menjelaskan, selain sederhana, penggunaan alat itu relatif aman.
”Bahan-bahan tersebut dipilih karena banyak membawa manfaat, di antaranya mudah dilepaskan, menghindari degradasi obat di saluran pencernaan, praktis dan nyaman, juga mudah dihilangkan apabila ditemukan efek negatif dalam penggunaan,” tambah Adinda Shakira Pundi Laras.
Pemilihan buah leunca juga tidak lepas dari penemuan bahwa buah tersebut terbukti secara ilmiah mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, serta solasodin. Senyawa itu dapat memengaruhi spermatogenesis, karena menekan sekresi hormon reproduksi yang diperlukan selama proses reproduksi.
”Pemilihan bahan dan media ini diharapkan mampu secara efektif meningkatkan partisipasi laki-laki dalam ber-KB dan menunda kelahiran anak. Sehingga, secara sistemik mampu menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia. Dalam jangka panjang juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penduduk di Indonesia,” papar Adinda Shakira Pundi Laras.
Saat ini, pengembangan produk alat kontrasepsi nabati telah melewati berbagai proses, mulai dari uji pH, uji kelembapan, dan berbagai proses lainnya. Adinda mengatakan, produk tersebut sudah 90 persen rampung dan baru diujicobakan ke kalangan terdekat terlebih dahulu.
”Untuk saat ini kita berfokus pada produksi dan penggunaan untuk lingkup terdekat terlebih dahulu. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam pengembangannya, produk ini dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ucap Adinda Shakira Pundi Laras.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
