JawaPos.com - Jahe merupakan tanaman yang berasal dari benua Asia. Diketahui, bahwa jahe telah lama digunakan dalam dunia masakan sebagai rempah dan juga pengobatan tradisional.
Selama berabad-abad, jahe telah menjadi tanaman yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan tubuh manusia, seperti mual, batuk, pilek, arthritis, dan memiliki sifat anti-inflamasi, serta antioksidan.
Di Indonesia, minuman yang terkenal dari rempah ini adalah wedang jahe atau teh jahe. Teh jahe menjadi ramuan herbal tradisional yang menghangatkan dan menawarkan sejumlah manfaat kesehatan.
Membuat teh jahe sangatlah sederhana dan dapat diseduh di mana saja. Cukup menggunakan jahe segar atau yang sudah ditumbuk, kemudian dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air panas.
Dilansir dari Forbes Health, hal yang perlu diperhatikan untuk mengonsumsi teh jahe ini, yaitu harus bijaksana dan mengetahui kondisi tubuh. Pasalnya, individu dengan kondisi tertentu, seperti diabetes, batu empedu, perempuan hamil atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi teh jahe.
Menurut dokter Kantha Shelke seorang dosen di Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, dan Monique Richard, ahli gizi di Johnson City, Tennessee, ada beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi teh jahe. Simak ulasan singkatnya:
1. Sumber Vitamin dan Mineral
Jahe mengandung vitamin dan mineral, seperti vitamin C, vitamin B6, kalium, magnesium, mangan, cuprum atau tembaga, air, dan serat. Vitamin dan minerat tersebut merupakan hal penting untuk perkembangan dan fungsi tubuh.
Sebagai contoh, vitamin C dapat membantu untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin B6 dapat membantu mengatasi sel darah merah dan menjaga fungsi otak, dan fungsi vitamin serta mineral lainnya.
2. Memiliki Sifat Anti-inflamasi
Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi peradangan. Penelitian lainnya juga membuktikan bahwa jahe dapat membantu meredakan nyeri pada penderita osteoarthritis, bentuk arthritis paling umum yang disebabkan oleh kerusakan pada kartilago (tulang rawan).
3. Pengobatan untuk Mual dan Muntah
Sudah berabad-abad, jahe digunakan untuk mengatasi atau meredakan mual dan muntah. Baik itu mual yang diakibatkan oleh mabuk perjalanan, maupun setelah operasi atau kemoterapi.
Penelitian menemukan, bahwa jahe lebih kuat daripada obat dalam mengurangi mual dan muntah setelah prosedur yang melibatkan anestesi umum. Namun, hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi jahe untuk keadaan medis, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.
4. Membantu Melancarkan Pencernaan
Jahe memiliki efek positif untuk melancarkan pencernaan, serta disritmia (detak jantung yang tidak normal atau tidak teratur), gangguan yang menghambat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan. Namun, yang perlu diperhatikan bagi beberapa orang, jahe dapat menyebabkan efek kembung atau ketidaknyamanan pada perut.
5. Meringankan Nyeri akibat Haid
Manfaat lainnya dari mengonsumsi teh jahe untuk perempuan, yaitu mengobati nyeri saat sedang haid. Dibandingkan obat aspirin atau ibuprofen, jahe tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam mengobati nyeri haid. Namun, hal tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut.