
Ilustrasi peningkatan keterampilan USG Obstetri terbatas di kalangan Dokter Umum sebagai bagian dari upaya menekan umlah kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) yang menjadi sasaran pokok PRJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2025.
JawaPos.com - 23 Dokter umum PT KAI dari berbagai kota di Indonesia mengikuti pelatihan USG (Ultrasonografi) Obstetri terbatas untuk dokter umum. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Tamarin Jakarta Pusat pada tanggal 27-28 Agustus 2022.
Dokter-dokter tersebut tergabung dalam Komunitas Sonoclub, yakni komunitas dokter-dokter yang antusias memperdalam keterampilan USG untuk praktek sehari-hari.
Ketua komunitas Sonoclub, dr. Akbar Fahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini didorong masih tingginya jumlah kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) yang menjadi sasaran pokok PRJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2025.
Peningkatan keterampilan USG Obstetri terbatas di kalangan Dokter Umum diharapkan dapat berperan serta dalam peningkatan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam upaya penurunan AKI dan AKB.
Peningkatan peran FKTP diperkirakan dapat menurunkan AKI sampai 80 persen disertai dengan sistem rujukan yang efektif.
Pelatihan USG obstetri terbatas bagi dokter umum ini dilakukan dengan metode Blended Learning, yaitu gabungan antara metode pembelajaran online dan offline.
Teknisnya, Dokter Umum diberikan pelatihan secara offline (Hands-on) selama 1-2 hari bagaimana melakukan prosedur USG dengan baik dan benar, selanjutnya pendampingan dilakukan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) secara online sekembalinya dokter tersebut ke daerah masing-masing.
Rekaman materi training dan pendampingan juga dapat diakses kapan saja dan dimana saja melalui koneksi internet. Metode belajar seperti ini memungkinkan dokter tidak perlu cuti praktek terlalu lama.
Metode Blended Learning dalam pelatihan USG ini memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga tidak mengganggu aktivitas pelayanan pasien sehari-hari.
Selama proses pendampingan paska training, dokter anggota komunitas Sonoclub dapat berkonsultasi dengan dokter SpOG via online apabila menemui kasus-kasus sulit dalam praktek sehari-hari.
"Inovasi ini memungkinkan model pelatihan USG yang efektif, hemat waktu dan hemat biaya." Jelas dokter millenial yang juga direktur Rumah Sakit NU di Jawa Timur ini.
Dengan metode Blended learning tersebut, diharapkan anggota komunitas Sonoclub dapat berperan aktif dalam membantu mempercepat penurunan AKI dan AKB di Indonesia.
Komunitas Sonoclub saat ini beranggotakan 118 Dokter Umum dari Meulaboh (Aceh) hingga Soe (NTT) yang secara rutin mengadakan kegiatan pembelajaran untuk memperdalam keterampilan USG.
“Semoga dengan inovasi metode belajar USG ini, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dan tersentuh layanan USG dalam persiapan persalinan.” pungkas dr. Akbar Fahmi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
