Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Agustus 2022 | 23.44 WIB

Awas Bahaya Dehidrasi, Minum 2 Liter Sehari Agar Badan Tetap Sehat

24198744 - very thirsty athletic caucasian man pours water into mouth from military canteen on clear sunny hot day  ILUSTRASI. Tubuh dehidrasi picu obesitas dan nyeri tulang belakang (The Berkey) - Image

24198744 - very thirsty athletic caucasian man pours water into mouth from military canteen on clear sunny hot day ILUSTRASI. Tubuh dehidrasi picu obesitas dan nyeri tulang belakang (The Berkey)

JawaPos.com - Dunia kesehatan menyarankan seseorang idealnya minum 2 liter sehari atau minimal 8 gelas. Jika tidak, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kondisi dehidrasi ternyata berbahaya untuk kesehatan. Akan tetapi ternyata, ada kondisi tertentu di mana seseorang harus minum lebih dari 2 liter sehari, lho.

Resiko dehidrasi pun meningkat saat kita menghadapi cuaca ekstrem yang tak menentu, seperti saat cuaca panas dan kita kurang minum. Cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini ternyata juga dapat memengaruhi kualitas air. Mengonsumsi air yang tercemar bakteri, logam berat, senyawa kimia, pestisida, dan organik, dapat membahayakan kesehatan.

“Survei menyatakan bahwa penduduk Indonesia masih kurang minum, kebiasaan ini dapat meningkatkan resiko kesehatan. Di tengah rendahnya tingkat asupan air minum keluarga Indonesia, ancaman kesehatan pun semakin meningkat akibat cuaca ekstrem yang kita alami saat ini. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi, tetapi juga mempengaruhi kualitas dan kuantitas air," kata Arif Mujahidin dari Danone Indonesia dalam webinar baru-baru ini.

Senior Brand Manager Danone-AQUA Flora Tobing mengatakan, tak hanya sekadar minum, tetapi penting memenuhi asupan air minum dengan air minum yang terjamin kualitasnya. Salah satunya adalah murni dari alam dan prosesnya tidak tersentuh tangan manusia terlindungi dari pencemaran.

Manfaat Minum Air


Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, menambahkan bahwa salah satu kunci penting untuk menjaga kesehatan terutama dalam menghadapi cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini adalah dengan memenuhi kebutuhan asupan air minum. Selain jenis kelamin dan usia, faktor lain yang dapat mempengaruhi kebutuhan air adalah suhu, kelembaban dan lingkungan.

Ada banyak manfaat air bagi tubuh, di antaranya untuk pembentukan sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, mendukung ketahanan fisik anak, mengeluarkan zat tidak berguna dari dalam tubuh, hingga mendukung fungsi kognitif/konsentrasi. Sebagai zat gizi makro, pada tahun 2013, air masuk dalam AKG (Angka Kecukupan Gizi) untuk orang Indonesia.

Cukupkah Minum 2 Liter Air?


Menurut Kementerian Kesehatan RI mengenai Angka Kecukupan Gizi bagi Orang Indonesia, orang dewasa membutuhkan sekitar 2 liter atau kurang lebih 8 gelas air minum setiap harinya. Ternyata kebutuhan ini dapat bertambah sesuai dengan kondisi tertentu misalnya bagi ibu hamil dan menyusui.

"Kurang minum dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat berdampak pada kesehatan," jelasnya.

Ini Dampak Dehidrasi


Saat dehidrasi, tubuh akan terasa mudah lelah, daya ingat dan konsentrasi menurun, jika terjadi secara berkepanjangan dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis, bahkan meningkatkan resiko kegemukan. Selain kuantitas, kita juga perlu memperhatikan kualitas air yang kita minum. Air dapat tercemar oleh bakteri dan senyawa berbahaya penyebab penyakit.

"Karenanya, sebaiknya pilih air minum yang berasal dari sumber terlindungi dan diproses sesuai dengan standar kesehatan," tutupnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore