
Aktivitas produksi tempe di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022).Aktifitas mulai kembali normal setelah adanya aksi mogok yang direncanakan berlangsung hingga 23 Februari 2022. Mogok nasional perajin tahu tempe sendiri dipicu protes Gabungan K
JawaPos.com - Pasien diabetes wajib disiplin dalam memilih asupan makanan. Makanan tinggi garam, gula, dan lemak bisa memicu kadar gula darah. Salah satu protein yang baik bagi pasien diabetes adalah tempe.
Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang menyimpan manfaat kesehatan. Ahli dan Dosen IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian Prof Made Astawan mengungkap hasil penelitiannya dalam Tempe Science Talks yang digelar oleh Osaka University bekerja sama dengan Indonesia Tempe Movements, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan IPB University.
Ia menjelaskan beberapa penelitian bahwa tempe memiliki aktivitas hipoglikemik yang memiliki efek positif terhadap peningkatan kesehatan, terutama dalam pengendalian dan pencegahan penyakit diabetes mellitus (DM). Ia mengambil sampel tempe dari Rumah Tempe Indonesia.
"Eksperimen ini menggunakan tikus yang menderita diabetes sebagai hewan coba," katanya secara resmi, Senin (11/7).
Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut mengungkapkan aktivitas hipoglikemik pada tempe kedelai berkecambah (GST) dan tidak brekecambah (NST). Kandungan protein pada kedua jenis tempe ini lebih tinggi dibandingkan kedelai murni. Peningkatan kandungan protein ini disebabkan oleh proses germinasi dan fermentasi.
Tempe Antidiabetes
Berdasarkan perbedaan komposisi kimianya, lanjutnya, kandungan protein dan serat kasar lebih tinggi pada tempe GST, akibat proses germinasi. Sedangkan pada NST, memiliki kandungan fenilalanin dan leusin lebih tinggi daripada GST. Tapi tidak ada perbedaan nyata yang ditemukan pada kandungan insulitropic Amino Acid pada keduanya.
“Insulitropik amino acid ini memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang dapat memicu sel beta pada pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak. Hal ini baik bagi penderita diabetes,” katanya.
Menurutnya, aktivitas antidiabetes oleh antioksidan ini dapat melindungi sel beta pankreas dari paparan radikal bebas dan menghambat penyerapan glukosa. Aksi lainnya adalah dengan menghambat inhibiting alfa amilase and alfa glukosidase yang dapat menghambat pencernaan pati. Hasilnya, terjadi penurunan kadar gula darah.
“Diabetes juga dapat menyebabkan efek penurunan berat badan karena penurunan produksi insulin. Penurunan produksi insulin menyebabkan glukosa tidak bisa diolah menjadi energi. Berdasarkan penelitian tersebut, tempe dapat mengatasi efek negatif tersebut pada tikus penderita diabetes,” ujarnya.
Ia mengatakan, tingginya kandungan isoflavon pada tempe juga dapat menghambat dan menetralkan radikal bebas. Aktivitas hipoglikemik pada tempe tradisional semangit dan bosok juga memberikan hasil yang menarik pada tikus penderita diabetes. Tempe ini memiliki prospektif bagus untuk menekan kadar gula darah tanpa mengonsumsi obat antidiabetes.
“Artinya, diet pada penderita diabetes dengan mengonsumsi tempe sangatlah baik dan disarankan. Peningkatan fungsi sel beta pankreas dapat ditingkatkan dengan produksi insulin dan penyerapan glukosa dalam sel dan kadar gula darah rendah. Hal ini dapat diupayakan dengan mengonsumsi tempe tradisional maupun olahannya,” ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
