Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Februari 2022 | 22.04 WIB

Delta Butuh 2 Bulan Cetak Rekor di AS, Omicron Hanya 2 Pekan

Tempat pengisian ulang Oksigen medis di kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (8/2/2022). Permintan oksigen medis kembali meningkat, pengelola pengisian oksigen mengungkapkan kenaikan permintaan oksigen medis mengalami kenaikan sejak seminggu lalu seiring me - Image

Tempat pengisian ulang Oksigen medis di kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (8/2/2022). Permintan oksigen medis kembali meningkat, pengelola pengisian oksigen mengungkapkan kenaikan permintaan oksigen medis mengalami kenaikan sejak seminggu lalu seiring me

JawaPos.com - Cepatnya penularan varian Omicron dari Covid-19 membuat varian ini menjadi Variant Of Concern (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di Amerika Serikat (AS) yang saat ini masih menghadapi gelombang Omicron, merasakan varian ini meledak dengan kecepatan yang luar biasa.

Dibandingkan dengan varian Delta yang ganas, Omicron menyebar berkali-kali lipat kecepatannya. Dilansi dari laman Science News, Minggu (13/2), varian Omicron yang sangat menular mencapai dominasi di AS hanya dalam 2 pekan dan memecahkan rekor.

Sebagai perbandingan, varian Delta bahkan membutuhkan 8 pekan atau 2 bulan untuk mencetak rekor. Hal itu disampaikan para peneliti dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Mortalitas 11 Februari. Mereka membandingkan kedua varian VOC tersebut.

1. Delta

Delta mulai menanjak dominasinya di tengah maraknya varian yang beredar di AS pada awal tahun 2021 atau 2 Juli 2021. Pada awal Mei, Delta bertanggung jawab atas hanya 1 persen dari infeksi mingguan.

Delapan pekan kemudian, pada pekan yang berakhir 26 Juni, Delta mendorong lebih dari setengah infeksi baru. Dan pada akhir Juli, varian tersebut menyumbang lebih dari 95 persen kasus Covid-19 baru setiap pekan.

2. Omicron

Omicron diperkirakan telah mencapai prestasi yang sama empat kali lebih cepat. Pejabat Mesehatan Masyarakat AS mendokumentasikan kasus Omicron pertama pada 1 Desember 2021. Pada pekan yang berakhir 11 Desember, varian tersebut menyumbang lebih dari 1 persen kasus baru.

Hanya dua pekan kemudian, jumlah itu meroket menjadi lebih dari 50 persen, kemudian naik menjadi lebih dari 95 persen pada pekan yang berakhir 8 Januari. Penyebaran cepat varian Omicron kemungkinan didorong oleh peningkatan penularan melalui Delta, serta kemampuan yang lebih baik untuk menghindari kekebalan atau vaksin dan antibodi.

Laporan CDC

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC AS menunjukkan bahwa Omicron mungkin telah mengalahkan penyebaran varian Delta di AS pada 5 Februari. CDC melakukan pengawasan genomik untuk melacak varian SARS-CoV-2 di AS.

Varian Delta (sublineage B.1.617.2 dan AY) naik menjadi dominan pada akhir Juni 2021. Diikuti oleh peningkatan pesat Omicron (B.1.1.529 dan BA) pada Desember 2021.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore