
TUNGGU LEBIH LAMA: Deretan galon milik warga yang mengantre air minum di tempat isi ulang Jalan Sunaryo Gondokusumo kemarin (8/9). Macetnya aliran PDAM membuat warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ada dua jenis kemasan galon isi ulang, yakni yang terbuat dari Polikarbonat yang mengandung zat kimia sintetis biphenol-A atau BPA, dan kemasan galon sekali pakai yang terbuat dari PET yang tidak mengandung BPA (BPA Free). Kendati sudah ada larangan penggunaan galon plastik yang mengandung BPA, tapi penggunaan galon plastik isi ulang dengan kandungan tersebut masih tinggi.
Hal ini menjadi perhatian Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Ia mengingatkan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu agar berhati-hati dalam memilih produk atau produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik.
"Persoalan plastik ini sebenarnya menjadi konsentrasi Komnas Perlindungan Anak sejak tiga tahun silam. Dampaknya memang bukan hanya kesehatan. Tapi menghambat pertumbuhan anak secara mental, dan intelektual," papar Arist Merdeka Sirait dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.
Arist juga sempat mengingatkan kepada Badan POM untuk mengawasi produk yang dikemas dengan kemasan plastik. Terutama pada kemasan galon air isi ulang. Pasalnya, BPA mengandung racun yang berbahaya bagi anak-anak.
Untuk diketahui, beberapa penelitian menunjukkan bahwa BPA baik dalam bentuk aktif maupun inaktif mampu menembus plasenta. BPA bebas yang telah menembus plasenta dan mencapai fetus, kebanyakan tetap berada dalam bentuk aktifnya. Sedangkan bila senyawa yang menembus plasenta adalah bentuk inaktifnya maka senyawa tersebut dapat diubah kembali menjadi BPA bentuk aktif.
Hasil penelitian di atas menunjukkan, fetus mempunyai kemungkinan tertinggi terpapar BPA melalui plasenta. Di dalam rahim, paparan estrogen pada waktu yang tidak tepat dalam kadar yang melebihi atau kurang dari normal dapat menyebabkan efek merugikan terhadap perkembangan berbagai organ dan sistem, termasuk sistem reproduksi, perkembangan otak, kelenjar susu dan sistem imun. Jika rute paparannya melalui pangan atau minuman yang tertelan, maka bayi mempunyai kemungkinan untuk terpapar BPA dari pada kelompok umur lainnya.
"Komnas Perlindungan anak merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan kemasan yang mengandung BPA. BPOM juga tidak bisa berbuat banyak kalau masyarakat tidak diberi tahu," ungkap Arist.
Hal senada diungkapkan anggota DPR RI Komisis IX, Arzeti Bilbina Huzaimi. Menurutnya, kemungkinan paparan BPA bisa melalui botol-botol plastik yang dibawa anak-anak sekolah, juga dari air minum galon isi ulang yang ada di sekolah.
"Apa yang ingin kita lakukan adalah proses menjadi lebih baik. Jadi jangan sampai apa yang kita ingin lakukan membuat produk menjadi baik saja. Tapi jadikanlah produk itu menjadi sehat," ungkap Arzeti.
Arzeti juga menyampaikan betapa buruk ancaman kepada anak-anak sekolah yang setiap hari membawa botol plastik untuk kemudian diisi air di sekolah dari air galon isi ulang.
"Anak-anak sekolah butuh sekali minum. Semua anak-anak diwajibkan menggunakan air galon isi ulang sebagai tempat pengisian air minum. Jadi memang ini yang langsung harus ditarik. Pemerintah harus langsung memberi ultimatum agar semua menjadi satu komando. Kepentingannya adalah untuk kesehatan anak-anak," tandasnya.
Demi mencegah bahaya terpapar BPA, Kementerian Kesehatan melalui akun Facebook sudah memberikan tips agar aman dalam memilih air minum kemasan galon yang tidak mengandung BPA. Cara memilihnya adalah hindari kemasan minum yang kode daur ulangnya 3 atau 7, terutama botol minum untuk anak-anak.
Untuk kemasan minum yang aman untuk digunakan adalah yang memiliki kode daur ulang bernomor 2,4 yang terbuat dari polyethylene dan kode daur ulang 5 terbuat dari polypropylene atau pilih kode daur ulang No.1 yang terbuat dari PET.
Selain itu, cari kemasan plastik yang mencantumkan label BPA-free. Selalu pilih kemasan minum yang transparan, bukannya berwarna atau buram (tak tembus cahaya) meskipun terlihat lebih menarik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
