Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Mei 2020 | 22.36 WIB

Karakter Virus Korona Terkuak, Sejumlah Obat Bisa Hambat Infeksi

In this March 10, 2020, photo, Heather Peters, a lab technologist, works in the extracting of RNA from test samples in the Mayo virology lab at the Mayo Clinic Superior Drive facility in Rochester, Minn. Vice President Mike Pence has an appointment Tuesda - Image

In this March 10, 2020, photo, Heather Peters, a lab technologist, works in the extracting of RNA from test samples in the Mayo virology lab at the Mayo Clinic Superior Drive facility in Rochester, Minn. Vice President Mike Pence has an appointment Tuesda

JawaPos.com - Seiring meredanya persebaran Covid-19 di beberapa negara, karakter virus SARS-CoV-2 mulai terkuak. Penelitian baru mengungkapkan, ada puluhan obat yang bisa menghentikan infeksi virus korona di tubuh. Bahkan, obat tersebut lebih efektif daripada Remdesivir dan Hydroxychloroquine yang disebut sebagai calon obat Covid-19.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan AS dan Prancis itu dipublikasikan dalam Nature Journal Kamis (30/4). Mereka memetakan protein dalam sel apa saja yang diincar virus. Tanpa protein tertentu, virus tak bisa menggandakan diri dan menginfeksi tubuh seseorang.

"Virus itu seperti binatang buas, tetapi rapuh. Tanpa asupan tertentu, mereka akan kelaparan dan berhenti menginfeksi," ujar Brian Shoichet, pakar kimia farmasi University of California San Francisco, kepada New York Times.

Setelah itu, mereka menguji senyawa obat yang dirasa bisa memblokir virus dalam menggunakan protein-protein tersebut. Hasilnya, 47 senyawa dinyatakan memiliki efek yang diinginkan. Sepuluh di antaranya merupakan obat yang sudah punya izin edar atau sudah beberapa kali diuji untuk penyakit lain. Misalnya, Clemastine dan Haloperidol. Obat-obat tersebut diklaim bisa dirancang kembali untuk mengobati pasien Covid-19.

"Beberapa obat yang kami uji bahkan lebih manjur daripada Remdesivir. Setidaknya, menurut hasil uji lab," ungkap Nevan Krogan, salah seorang peneliti, kepada France 24.

Saat ini pemerintah AS memang sedang membanggakan obat Remdesivir yang dikembangkan Gilead Sciences. Obat yang dulu gagal mengobati ebola tersebut kini diklaim bisa mengobati Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=YZ8QpOJR7kA

https://www.youtube.com/watch?v=qe2YgrIqwo0

https://www.youtube.com/watch?v=wkSN3bO1SUs

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore