
Ilustrasi. Stres pada perempuan sudah menurun dengan memiliki teman baru.
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus korona SARS-CoV-2 tak jarang membuat seseorang panik karena takut tertular. Meski takut merupakan hal yang wajar, tapi jika berlebihan bisa berbahaya untuk psikis dan kesehatan tubuh.
Dikatakan, rasa takut berlebihan bisa menurunkan daya tahan tubuh atau sistem imun. Bahkan, rasa panik itu bisa berdampak pada kondisi psikosomatik atau seolah merasakan gejala penyakitnya pada tubuh. Padahal sebenarnya tubuh baik-baik saja.
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ dari RS dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS Siloam Bogor mengatakan, pada dasarnya seseorang bukan takut pada virusnya yang ukurannya kecil. Tapi takut karena akibatnya yang mematikan.
Ditambah dengan berita di media yang mengabarkan bagaimana virus ini memakan banyak korban. Mulai dari jumlah kasus yang positif makin meningkat, hingga merenggut orang terdekat kita.
"Pastilah menimbulkan ketakutan pada diri kita," katanya kepada JawaPos.com, Senin (13/4).
Menurutnya, takut adalah reaksi emosi yg wajar dan alamiah. Saat ada sesuatu yang dipersepsikan berbahaya oleh otak maka hormon stres akan diproduksi yang akan memicu berbagai organ tubuh untuk bersiaga.
Amygdala, bagian otak yang mengatur emosi menjadi terganggu fungsinya akan paparan yang berlebihan yang diterima oleh panca indera. Kondisi itu akan mengaktifkan HPA axis di otak dan hasil akhirnya adalah hormon kortisol yaitu hormon stres yang memberikan efek pada tubuh.
"Efeknya jantung berdebar lebih kencang, napas terasa pendek, tidak nyaman di perut, keringat dingin, kepala dan otot-otot terasa tegang," jelasnya.
Menurut dr. Lahargo, kondisi ketakutan akan memicu kegelisahan, kecemasan, sulit tidur, selera makan berubah, dan berujung pada terganggunya fungsi serta produktivitas. Semua berawal dari pikiran yang menyebabkan perasaan takut.
"Rasa takut yang wajar akan membuat kita bersikap positif dengan melakukan berbagai hal utk melindungi diri kita," tuturnya.
Solusinya
Jadikan rasa takut itu untuk lebih bersikap waspada. Tidak berlebihan. Mala seseorang sebaiknya bisa melakukan berbagai langkah.
Yang paling penting tetap mengikuti anjuran untuk mencegah Covid-19. Seperti Menjaga kesehatan tubuh, Jaga jarak aman, Memakai masker, Sering cuci tangan, Beraktivitas dari rumah, tinggal di rumah saja, dan Miliki hati yang gembira
"Ini akan menjadi kekuatan kita, fokus berubah dari ketakutan menjadi kekuatan yang akan menghindarkan kita dari bahaya," jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=KVXf0pQEyxk
https://www.youtube.com/watch?v=H7ZbPGwOVYc
https://www.youtube.com/watch?v=ckdSBd3TtBI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
