
Ilustrasi anak usia balita, dengan pengetahuan yang berkembang, orangtua wajib berusaha untuk mencegah terjadinya risiko sensitivitas pada anak sedini mungkin.
JawaPos.com - Kasus speech delay atau terlambat bicara pada anak kian hari makin meningkat. Fenomena ini cukup meresahkan para orang tua muda yang memiliki anak balita. Apalagi, pandemi Covid-19 cukup memberikan efek yang luar biasa pada kasus itu.
Dokter spesialis anak dr. Dian Pratamastuti, Sp.A mengakui kasus speech delay meningkat dari tahun ke tahun. Dan puncaknya pada masa pandemi belakangan ini. “Memang dari tahun-tahun sebelumnya selalu meningkat. Tapi saat pandemi ini peningkatannya semakin signifikan,” tutur Dian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/5).
Orang tua perlu untuk mencegah agar jangan sampai buah hati mengalami speech delay. Pada masa pandemi anak terpaksa harus selalu berada di dalam rumah. Sedangkan, sebelumnya, anak-anak yang sudah terbiasa main di luar akan merasa bosan saat diharuskan untuk main di rumah saja. Maka dari itu pelarian satu-satunya adalah televisi dan gadget atau gawai.
Dengan hanya berfokus pada layar membuat interaksi anak dengan lingkungannya berkurang. Bagi anak balita yang sedang dalam tahap belajar berbicara akan mengalami kekurangan stimulasi karena itu. Hal ini yang dapat menjadi salah satu penyebab anak kemudian mengalami terlambat bicara.
Menurutnya untuk spesialisasi tumbuh kembang, kasus speech delay yang paling banyak dikonsultasikan oleh orang tua. Sehingga ia menyimpulkan bahwa saat ini jumlah pasiennya yang memiliki keluhan speech delay meningkat.
Dengan peningkatan jumlah kasus keterlambatan bicara yang cukup signifikan tersebut maka ia tertarik untuk bergabung dalam Simposium Nasional dengan tema Membaca Fenomena Speech Delay: Pendekatan Multi Pihak, yang akan digelar di hotel Grand Zuri Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (21/5) besok.
Ia mengaku penasaran apa sebenarnya yang menjadi penyebab meningkatnya kasus speech delay di Indonesia ini. Apakah karena orang tuanya terlalu sibuk sehingga anak kurang stimulasi, atau karena gadget atau apakah ada penyebab lain. Atas dasar rasa penasaran tersebut maka ia sangat antusias untuk menghadiri simposium nasional ini.
“Dari situ diharapkan saya mendapatkan informasi dari luar tentang multifaktor yang menjadi penyebab kasus speech delay ini meningkat tajam,” katanya.
Ia berharap setelah bertemu dengan berbagai pihak dengan berbagai profesi, maka ia dapat bertukar pikiran mengenai permasalahan yang sedang hangat ini. Perlu diketahui bahwa simposium ini akan dihadiri oleh berbagai ahli yaitu dokter, dokter spesialis anak, terapis, psikolog dan komunitas parenting.
Selain itu, ia juga berharap setelah mengikuti simposium speech delay ini akan mendapatkan insight tentang
stimulasi apa yang paling efektif dan dapat dilakukan di rumah untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara menurut terapis.
Dokter spesialis anak yang meraih gelar Doktor di Universitas Airlangga ini mengaku langkah Yayasan Akses Sehat Indonesia sudah sangat tepat dalam menggelar simposium nasional yang membahas khusus tentang speech delay ini. Kegiatan simposium nasional ini didukung oleh Generos, suplemen kecerdasan otak anak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022