
Sunat atau khitan biasa dilakukan pada anak lelaki untuk alasan kesehatan. (rieska virdhani/jawapos)
JawaPos.com - Pria dianjurkan agar dikhitan atau disunat. Sunat sendiri merupakan proses membuang kulit prepusium penis atau lebih dikenal dengan kulup. Tujuan dari sunat adalah membuang mukosa (lapisan dalam dari kulup yang melindungi penis) untuk mencegah risiko berbagai penyakit.
Dalam proses sunat, masyarakat masih percaya sejumlah mitos yang tidak ada pembuktiannya secara ilmiah. Dari mulai larangan bermain usai disunat, tak boleh kena air, larangan makan ini dan itu, hingga adanya pemahaman disunat jin.
Pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, Selasa (18/6), menjelaskan berbagai mitos yang tak perlu dipercaya dan tak ada pembuktian secara ilmiah.
1. Tak Boleh Bergerak dan Bermain Sepeda Usai Dikhitan
Seiring berjalannya waktu, saat ini teknologi sudah semakin berkembang. Dengan teknologi klamp, usai disunat maka anak boleh langsung bermain tanpa adanya takut perdarahan.
"Pakai klamp luka sudah ketutup. Boleh main sepeda, berenang, sekolah boleh. Di negeri Belanda ada juga yang disunat pakai alat itu, enggak usah menunggu libur. Simple banget," jelasnya.
Photo
dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, (tengah) menjelaskan informasi seputar sunat. Rieska Virdhani/JawaPos.com/
2. Tak Boleh Kena Air
Jika terkena air seni saat buang air kecil, hal itu menyangkut masalah higienis pada penis. Maka dengan menggunakan teknologi klamp, boleh dibersihkan pakai air biasa, pembersihan sederhana.
3. Jangan Makan Daging, Ikan,Telur dan Kecap
Menurut dr. Mahdian hal itu mitos. Berbagai mitos menyebutkan jika makan makanan tersebut membuat luka susah kering dan bau anyir. Padahal itu semua adalah protein yang baik untuk penyembuhan luka.
"Enggak, itu semua protein justru baik untuk penyembuhan," ujarnya.
4. Setelah Disunat, Anak Tumbuh Besar
Hal itu juga mitos. Usia anak dikhitan kebetulan bertepatan dengan masa pertumbuhan. Adalah hal yang wajar jika setelah dikhitan maka anak tumbuh besar.
"Buktinya di negara Barat sunat dilakukan saat usia bayi. Kan tak serta merta bayi langsung tinggi. Itu hanya mitos," jelasnya.
5. Kepercayaan Disunat Jin
Menurut dr. Mahdian, tak ada pembuktian ilmiah soal disunat jin. Secara medis hal itu dikenal dengan istilah Parafimosis. Adalah kondisi di mana kulit penis tertarik ke belakang ketika dimainkan oleh anak dan tak bisa kembali lagi.
"Lalu anak datang pada ibunya mengeluh sakit, ternyata seperti sudah disunat. Karena kepercayaan kita masih dipengaruhi hal-hal mistis maka timbul pemahaman disunat jin," paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
