
Tak hanya di Indonesia, jahe sebagai obat juga digunakan di negara Asia lainnya bahkan di sejumlah belahan dunia. (Mom Junction)
JawaPos.com - Indonesia kaya dengan rimpang dan rempah. Salah satunya jahe, kunyit, serai dan temulawak. Rimpang ini pun belakangan disebut-sebut memiliki khasiat sebagai salah satu alasan mengapa Indonesia masih nol virus Korona atau COVID-19.
Menanggapi hal itu, Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Abdul Mun'im, M.Si., Apt. mengatakan saat ini memang ada institusi dan ilmuwan sedang mencari penangkal virus corona baru (COVID-19). Sumber bahan obat tersebut bisa berasal dari senyawa bahan alam, senyawa sintetik dan obat-obat yang saat ini sudah digunakan untuk antivirus.
Nah terkait dengan rimpang khususnya jahe dan kunyit, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Sebab, yang perlu diingat, COVID-19 adalah virus jenis yang masih baru.
Memang, menurut Prof Abdul Mun'im, uji efikasi ekstrak jahe untuk anti-virus penyebab penyakit pernapasan sudah pernah dilaporkan, tetapi dilakukan terhadap sel. Dan sel yang digunakan bukan untuk anti Korona.
"Sampai saat ini saya belum menemukan literatur tentang hasil uji khasiat anti Korona dari senyawa yang diperoleh dari ketiga tanaman tersebut," kata Prof Abdul Mun'im kepada JawaPos.com, Rabu (19/2).
Demikian juga Curcumin telah diuji aktivitasnya sebagai antivirus influenza namun baru sebatas pengujian secara in in vitro dan in vivo. Efikasi anti virus untuk serai juga sudah dilakukan, namun baru sebatas in vitro untuk anti-penyakit herpes.
Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Jika tingkat pembuktian kualitas rendah, maka in vitro dan in silico juga akan rendah. Sedangkan jika sudah dibuktikan dengan uji klinis dengan kualitas desain pengujian baik maka tingkat kepercayaan khasiat akan tinggi.
"Tahapan penemuan obat baru umumnya mengikuti pola ini, dimulai dari proses penapisan, uji khasiat secara in vivo (hewan uji coba) dan selanjutnya uji klinis pada manusia," katanya.
Mekanisme pencegahan infeksi dari senyawa dari tumbuhan atau ekstrak tumbuhan selain melalui aktivitas anti-virus, bisa juga melalui aktivitas peningkat imumunitas atau immunostimulant. Jahe dan curcumin sudah diuji aktivitasnya untuk peningkat imun.
"Namun pengujian juga baru sebatas in vitro dan in vivo (pengujian laboratoriun atau pada hewan)," jelasnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
