Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 November 2018 | 20.58 WIB

Lebih Memudahkan Pasien dengan Cari Obat Cukup Lewat Genggaman

GoApotik dan KitaBisa.com menggalang donasi obat untuk pasien membutuhkan dalam kampanye #KitaPercayaBerbagi, Semua Bisa Bantu Sesama. - Image

GoApotik dan KitaBisa.com menggalang donasi obat untuk pasien membutuhkan dalam kampanye #KitaPercayaBerbagi, Semua Bisa Bantu Sesama.

JawaPos.com - Keluarga pasien biasanya harus pergi ke apotek untuk menebus resep dari dokter. Namun ketika sudah berkeliling apotek, tetap saja pasien sulit mendapatkan ketersediaan obat yang dicari. Kini tak perlu repot, pasien bisa membelinya online di aplikasi GoApotik.


Survei yang dilakukan oleh GoApotik secara online kepada 300 responden menemukan fakta bahwa kebiasaan untuk belanja obat secara online masih cukup sedikit di kalangan masyarakat. Hasil survei menunjukkan sebanyak 51 persen orang tidak pernah belanja obat online. Salah satu alasannya, sebanyak 38 persen masih ragu dengan keaslian obat yang dijual online.


"Padahal, keraguan ini bisa diselesaikan dengan belanja di GoApotik. Kami juga menggandeng Kaskus guna memberikan pengalaman berbelanja obat secara online serta meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa belanja obat online itu aman," kata Head of GoApotik Mohamad Salahuddin (Dide) dalam konferensi pers, Selasa (13/11).


Cara itu juga dibenarkan oleh aktris Rachel Amanda. Hingga saat ini dirinya masih terus menjalani pengobatan dan kontrol usai ditemukan kanker tiroid di area tenggorokannya. Obat-obatan terkadang sulit ditemukan karena terlalu spesifik.


"Pasien pasti akan sangat dimudahkan dengan adanya program ini. Saya memiliki pengalaman pribadi bagaimana terkadang obat sulit ditemukan, dan obat saya ada di GoApotik,” terang Amanda yang melawan kanker tiroid.


Hal senada juga diungkapkan oleh Chilfi Furqon, ayah dari Rafi, anak yang lahir tanpa usus besar dan anus. Dia merasa dimudahkan dalam menemukan obat untuk anaknya.


"Ini wadah baru di dunia digital, yaitu pasien bisa langsung memperoleh obat yang dibutuhkan secara online. Ini akan sangat membantu pasien yang tidak memiliki waktu dan tidak sempat pergi ke apotek," jelas Chilfi.


Bisa Berdonasi Obat Kepada Sesama


Semua orang bisa berdonasi obat dan alat kesehatan secara online kepada mereka yang membutuhkan. Program ini diinisiasi oleh GoApotik bekerja sama dengan KitaBisa.com, platform penggalangan dana online, dan diberi tajuk #KitaPercayaBerbagi, Semua Bisa Bantu Sesama. Untuk membantu menyebarluaskan program ini, GoApotik menggandeng Kaskus, salah satu forum komunitas terbesar di Indonesia.


“Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia menurut World Giving Index. Inisiatif donasi obat ini salah satu buktinya,” ujar CEO KitaBisa.com M. Alfatih Timur.


Pola donasi yang kerap dijalankan saat ini adalah pemberian uang. Padahal, ini tidak selalu efektif. Penerima donasi akan dipilih oleh tim KitaBisa.com. Mereka juga melakukan validasi penyakit dan obat-obatan yang dibutuhkan. Langkah pemberian donasinya pun cukup mudah, cukup buka situs atau aplikasi GoApotik, pilih penerima donasi, tentukan salah satu paket donasi yang tersedia dengan range mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 700.000, dan paket akan langsung dikirimkan ke pasien.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore