Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2017 | 18.26 WIB

Hebat, Mahasiswa Sulap Ampas Tahu dan Singkong Jadi Minyak Ikan

Ampas tahu dan singkong yang disulap jadi minyak ikan - Image

Ampas tahu dan singkong yang disulap jadi minyak ikan

JawaPos.com - Satu lagi inovasi di bidang kesehatan. Mahasiswa ikut berkomitmen menekan angka kekurangan gizi di Indonesia dan mendukung Indonesia Sustainable Development Goals, dengan terobosan yang unik.


Lima mahasiswa UI berhasil menyulap limbah makanan berupa onggok dan ampas tahu menjadi kapsul bernutrisi sumber AA, DHA dan EPA yang dinamai Aspergyomega. Temuan ini bisa digunakan sebagai alternatif pengganti minyak ikan.


Kelima mahasiswa tersebut yakni Ardita Rizky Putri Arcanggi (Teknik Bioproses), Ahmad rafif (Teknik Kimia), Mustika (Teknik Bioproses), Adinda Eka (Teknik Bioproses), Prastiwi Arum (Farmasi). Salah satu faktor kekurangan gizi adalah karena kurangnya asupan asam lemak tak jenuh pada anak di bawah lima tahun dimana salah satu asam lemak tak jenuh adalah AA, DHA dan EPA.


Nutrisi berupa AA, DHA dan EPA selama ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi minyak ikan, golongan crustacean. Akan tetapi, ketersediaan minyak ikan memiliki keterbatasan, yaitu pencemaran logam berat, penyediaan sumber daya ikan, harga produk yang relatif mahal, serta ketersediannya bergantung dengan musim


Sehingga dapat menjadi ancaman bagi penyediaan ikan di masa depan. Berangkat dari tantangan tersebut, Ardita beserta tim mencari sumber alternatif lainnya untuk pemenuhan produksi nutrisi yang dibutuhkan untuk pemenuhan gizi.


“Kami mencari sumber alternatif lain dalam menghasilkan asam lemak dengan memilih limbah makanan yang difermentasi menggunakan mikroorganisme," katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (15/8).


Hasil temuan itu mempunyai kelebihan antara lain waktu yang dibutuhkan dalam memproduksi asam lemak yang relatif singkat serta harga yang relatif lebih murah dibandingkan minyak ikan. Maka melalui penelitian ini, mereka menganalisis komposisi karbon berbasiskan bahan baku berupa onggok dan ampas tahu untuk menghasilkan asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari AA, DHA dan EPA.


"Tentu sangat berguna meningkatkan gizi masyarakat Indonesia," tegasnya.


Onggok atau sering dikenal sebagai ampas singkong merupakan produk samping dari industri pengolahan singkong seperti tepung tapioka atau kanji, dan lainnya. Sedangkan ampas tahu merupakan sisa hasil pembuatan tahu. Kedua limbah makanan tersebut berhasil diolah menjadi produk bermanfaat melalui tahapan penelitian di bawah bimbingan dosen FTUI Ir. Rita Arbianti, M.Si yang dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik UI.


Hasil penelitian ini tengah diusulkan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan melaju pada babak final di akhir bulan Agustus 2017. Ardita dan tim menyakini bahwa keunggulan dari produk ini adalah termasuk food grade yang aman untuk dimakan, relatif lebih murah serta mengandung nutrisi yang sangat baik bagi perkembangan otot, otak, syaraf mata serta baik bagi perkembangan anak.


Karya mahasiswa UI itu diharapkan mampu diwujudnyatakan dalam bentuk kapsul nutrisi layaknya minyak ikan yang telah beredar di pasaran. Dengan demikian dapat mendukung usaha pemerintah dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) serta menjadi pustaka dalam pengembangan sumber penghasil asam lemak tak jenuh sebagai sumber gizi.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore