
PENGOBATAN KANKER: Bai Haishan di St. Stamford International Medical Guangzhou (9/6).
’’Penelitian terhadap biji partikel dilakukan terus-menerus. Bagaimana penerapannya bisa maksimal, yakni dengan melakukan kombinasi untuk meminimalkan kekurangan,’’ katanya.
Salah satunya penggunaan biji partikel yang dikombinasikan dengan nano knife. Mekanisme nano knife berupa alat dengan aliran listrik yang ditusukkan ke tumor. Cara tersebut bisa digunakan untuk menangani tumor di dalam pankreas.
Profesor Rumah Sakit Ketiga Universitas Beijing Wang Junjie menuturkan, poin utama yang dibahas dalam seminar menyangkut quality control, dosis, dan teknologi. Terutama dosis yang menjadi prioritas.
Ketika metode lain memiliki efek samping yang besar dan tidak semua pasien berasal dari kalangan mampu, biji partikel menjadi alternatif paling memungkinkan. ’’Keunggulan biji partikel, lukanya kecil dan sangat akurat,’’ jelasnya.
Keunggulan lain, meski diberikan dalam dosis besar, jarak radiasi yang dihasilkan hanya 1,7 cm.
Kalau dibandingkan dengan nano knife, biaya penanaman biji partikel lebih rendah. ’’Teknologi yang bagus itu yang bisa diterima masyarakat banyak,’’ katanya.
Diperkirakan, biaya awal yang dikeluarkan pasien hanya RMB 8.000 atau setara dengan Rp 16 juta. Sedangkan nano knife membutuhkan hingga RMB 100 ribu atau sekitar Rp 200 juta. ’’Teknologi ini sesuai dengan kemampuan ekonomi sebagian besar masyarakat di China,’’ tambahnya.
Persentase kesembuhan yang menggunakan biji partikel berbeda-beda tiap pasien. Tapi, khusus pasien dengan ukuran tumor 3–5 cm, tingkat kesembuhannya lebih besar. Bahkan bukan tidak mungkin sembuh total. Untuk pasien dengan ukuran tumor lebih dari 5 cm hingga 10 cm, metode tersebut bisa saja dilakukan, tapi biayanya jauh lebih tinggi.
Karena itu, perlu disiasati dengan kemoterapi lebih dahulu. Ketika ukuran tumor mengecil, baru dilakukan penanaman biji partikel. Kebanyakan biji partikel digunakan untuk tumor prostat sehingga kecil kemungkinan mengganggu organ vital lain seperti saluran kencing dan testis.
’’Sementara teknologi 3D baru dipakai di Tiongkok. Bahkan Jepang dan AS belum menerapkan dan mengakui keunggulan teknologi ini,’’ lanjutnya. (*/c5/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
