Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Juni 2017 | 02.55 WIB

Mengenal Lebih Dekat Metode Pengobatan Kanker Biji Partikel

PENGOBATAN KANKER: Bai Haishan di St. Stamford International Medical Guangzhou (9/6). - Image

PENGOBATAN KANKER: Bai Haishan di St. Stamford International Medical Guangzhou (9/6).



’’Penelitian terhadap biji partikel dilakukan terus-menerus. Bagaimana penerapannya bisa maksimal, yakni dengan melakukan kombinasi untuk meminimalkan kekurangan,’’ katanya.



Salah satunya penggunaan biji partikel yang dikombinasikan dengan nano knife. Mekanisme nano knife berupa alat dengan aliran listrik yang ditusukkan ke tumor. Cara tersebut bisa digunakan untuk menangani tumor di dalam pankreas.



Profesor Rumah Sakit Ketiga Universitas Beijing Wang Junjie menuturkan, poin utama yang dibahas dalam seminar menyangkut quality control, dosis, dan teknologi. Terutama dosis yang menjadi prioritas.



Ketika metode lain memiliki efek samping yang besar dan tidak semua pasien berasal dari kalangan mampu, biji partikel menjadi alternatif paling memungkinkan. ’’Keunggulan biji partikel, lukanya kecil dan sangat akurat,’’ jelasnya.



Keunggulan lain, meski diberikan dalam dosis besar, jarak radiasi yang dihasilkan hanya 1,7 cm.



Kalau dibandingkan dengan nano knife, biaya penanaman biji partikel lebih rendah. ’’Teknologi yang bagus itu yang bisa diterima masyarakat banyak,’’ katanya.



Diperkirakan, biaya awal yang dikeluarkan pasien hanya RMB 8.000 atau setara dengan Rp 16 juta. Sedangkan nano knife membutuhkan hingga RMB 100 ribu atau sekitar Rp 200 juta. ’’Teknologi ini sesuai dengan kemampuan ekonomi sebagian besar masyarakat di China,’’ tambahnya.



Persentase kesembuhan yang menggunakan biji partikel berbeda-beda tiap pasien. Tapi, khusus pasien dengan ukuran tumor 3–5 cm, tingkat kesembuhannya lebih besar. Bahkan bukan tidak mungkin sembuh total. Untuk pasien dengan ukuran tumor lebih dari 5 cm hingga 10 cm, metode tersebut bisa saja dilakukan, tapi biayanya jauh lebih tinggi.



Karena itu, perlu disiasati dengan kemoterapi lebih dahulu. Ketika ukuran tumor mengecil, baru dilakukan penanaman biji partikel. Kebanyakan biji partikel digunakan untuk tumor prostat sehingga kecil kemungkinan mengganggu organ vital lain seperti saluran kencing dan testis.



’’Sementara teknologi 3D baru dipakai di Tiongkok. Bahkan Jepang dan AS belum menerapkan dan mengakui keunggulan teknologi ini,’’ lanjutnya. (*/c5/ttg)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore