Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 November 2016 | 00.45 WIB

Pesan Hari Kesehatan Nasional, Perawat Harus Pahami Perbedaan Budaya

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Salah satunya, dunia keperawatan menjadi ujung tombak kesehatan suatu negara. Peran perawat di era global harus lebih kreatif dan inovatif.



Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), perawat harus lebih berkembang dalam hal keahlian (skill) hingga persoalan bahasa. Bahasa Inggris menjadi jembatan untuk memasuki era global saat ini. Bebasnya perdagangan global membuat pasien asing bisa saja menjadi sasaran para perawat Indonesia.



"Kami melihat ini sebagai tantangan. Keperawatan di masa MEA lebih berbeda. Bisa jadi perawat kita yang dikirim ke luar negeri, atau pasien asing dengan latar belakang budaya yang berbeda harus dihadapi perawat disini," kata Ketua Panitia International Nursing Student Symposium and Festival (INSympoFest) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Chiyar Edison, Jumat (11/11).



Apalagi saat ini rumah sakit internasional semakin berkembang. Tantangan ini mendorong perawat lebih unggul di negeri sendiri. Masalah bahasa juga sudah tidak boleh lagi menjadi kendala.



"Kami persiapkan diri agar perawat-perawat lebih peka dengan perbedaan budaya. Kalau sekarang yang kita miliki basicnya bagus knowledge dan skill serta bahasa. Namun masalah budaya juga jadi tantangan. Masih harus berjuang," ungkapnya.



Untuk pertama kalinya di Indonesia, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggagas International Nursing Student Symposium and Festival (INSympoFest) yang akan berlangsung selama tiga hari yaitu 11 – 13 November 2016. Mengusung tema “Intertwining Nursing and Culture,”. Acara ini akan berisi plenary talk, presentasi mahasiswa mengenai riset dan inovasi, poster, video dan pameran foto, pertunjukan budaya, dan pagelaran budaya.



Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menyediakan sarana bagi mahasiswa keperawatan di ASEAN untuk dapat saling memahami perbedaan antar budaya di dalam kegiatan nursing. Hal ini sebagai tindak lanjut Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) dimana perawat harus mampu menyesuaikan diri dengan budaya sesuai negara asal klien. (cr1/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore