
Jessica Iskandar mengungkapkan reaksi El Barack Alexander setelah diberi tahu bahwa calon adiknya yang saat ini masih di dalam kandungan ternyata memiliki jenis kelamin perempuan. (Istimewa)
JawaPos.com - Baru-baru ini artis Jessica Iskandar atau Jedar sedang menjalani pengobatan atas penyakit Takikardia dan juga Graves Disease Autoimmune Hyperthyroid. Penyakit autoimun tersebut mungkin belum terlalu akrab atau dikenal secara umum oleh publik. Masyarakat bisa mengenali gejalanya dan cara mencegahnya.
Dokter Endokrin dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD-KEMD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI/RSCM) menjelaskan penyakit Graves Disease Autoimmune Hyperthyroid diambil dari seorang dokter di Irlandia Utara yang bernama Dokter James Graves. Adalah penyakit yang menggambarkan kelebihan hormon tiroid akibat proses autoimun pada kelenjar tiroidnya.
"Jadi karena berbagai faktor, terbentuk antibodi dalam tubuhnya, yang mana antibodi itu menduduki yang namanya reseptor TSH menyebabkan rangsangan yang terus menerus pada sel folikel tiroidnya untuk bekerja terus menerus dan menghasilkan hormon tiroid terus menerus berlebihan, dan enggak bisa dikendalikan lagi oleh hipofisis sebagai pengendali kelenjar tiroid kita," jelasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Dokter Tri Juli sebagai Spesialis Saluran Kelenjar menjelaskan kondisi ini memicu hipertiroid dengan gejala bermacam-macam. Apa saja?
Jantung menjadi berdebar-debar, keringat banyak, berat badan turun, sulit tidur, mens tak teratur, bibir kering, fertilitas terganggu, lalu sensitif kepribadiannya, disertai mata yang menonjol walaupun tak selalu. Dan terjadi pembesaran tiroid di lehernya serta ada penebalan kulit kaki. Karena pasien penyakit ini mengalami jantung berdebar, seringkali pasien sampai datang ke dokter spesialis jantung.
"Jadi pasien seringkali awalnya datang ke dokter jantung, kirain masalah jantung ternyata karena kelebihan hormon tiroid," kata dr. Tri Juli.
Hal yang sama juga dialami Jedar, di mana dirinya mengaku mengalami kondisi Takikardi. Menurut dr. Tri Juli, Takikardi hanya menyatakan detak jantungnya lebih cepat.
"Takikardi sering ditemukan pada pasien Graves Disease, karena detak jantungnya jadi meningkat dan akhirnya berdebar-debar," jelasnya.
Tak Boleh Kelelahan
Karena kondisi sering berdebar-debar dan sering capek, pasien Graves Disease tak boleh kelelahan. Penyebab awalnya bermacam-macam, salah satunya adalah faktor genetik.
"Ada faktor genetik, atau sering kontak dengan polutan kronis, makan yang tercemar polusi, udara yang dihirup mengandung polusi, selain itu juga sering ada juga faktor genetiknya," jelasnya.
Tatalaksananya, pasien tak boleh capek, tak boleh kelelahan, dan tak boleh terkena asap rokok. Harus banyak istirahat dan tak boleh stres.
"Sebab sakit Graves Disease itu membuat pasien jadi cepat capek, enggak kuat naik tangga ngos-ngosan, maka penting untuk tak boleh capek, istirahat, tak boleh stres," katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=nv1kqi8ya0E

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
