alexametrics

Bahan Terlalu Tipis, Masker Scuba dan Buff Dilarang saat Naik KRL

15 September 2020, 21:48:34 WIB

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan masyarakat untuk patuh memakai masker. Masker kain 3 lapis untuk masyarakat umum dan masker setara bedah atau medis untuk lansia. Ketika jaga jarak tak bisa dihindari seperti di dalam KRL, maka masker yang digunakan jangan asal-asalan.

Pasalnya, viral load di tengah kerumunan begitu tinggi. Apalagi WHO membenarkan virus Korona bisa menyebar lewat udara. Baru-baru ini juga penelitian mengungkapkan penularan bisa terjadi di bus di dalam ruangan sempit bersama orang yang terinfeksi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan masker jenis scuba atau buff dilarang digunakan saat penumpang naik KRL. Dia menjelaskan makser scuba atau buff adalah masker dengan 1 lapis saja dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan tembus tak bisa menjaga diri dari virus Korona.

“Maka dari itu disarankan untuk pakai masker berkualitas untuk bisa menjaga,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (15/9).

Selain itu, menurutnya masker scuba sering mudah ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker jadi tak efektif. Maka itu, Wiku meminta masyarakat gunakan masker dengan cara yang tepat.

“Dengan melindungi menutup area batang hidung, hidung, mulut, dagu, dan rapat di pipi,” jelasnya.

Prof Wiku menambahkan penggunaan masker adalah salah satu cara pencegahan Covid-19. Dia meminta masyarakat terutama yang berada di daerah publik berinteraksi dengan orang lain wajib pakai masker berkualitas.

“Dan masker yang baik adalah masker bedah dan ini biasa digunakan orang-orang yang sedang sakit atau memiliki gejala. Dan juga bisa menggunakan masker kain bagi masyarakat yang sehat,” tuturnya.

Menurutnya, masker kain yang bagus adalah berbahan katun dan berlapis 3. Mengapa ini penting? Sebab kemampuan menfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak.

“Dalan hal ini 3 lapisan berbahan katun lebih efektif,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads